Padang Darurat Penyalahgunaan Lem Pada Remaja

Salah seorang remaja perempuan yang diamankan oleh Satpol PP Padang
Salah seorang remaja perempuan yang diamankan oleh Satpol PP Padang (klikpositif/ Eko Fajri)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota Padang menilai daerah itu telah masuk taraf darurat dalam penyalahgunaan lem pada remaja.

Plt Kepala Satpol PP Kota Padang , Eddy Asri, di Padang , Sabtu, 5 November 2016 mengatakan, penyalahgunaan lem pada remaja saat ini telah masuk taraf menghawatirkan, dengan banyaknya kasus penghisap lem yang kami jumpai.

baca juga: Satpol PP Kota Solok Bongkar Tiga Kios Pedagang di Pasar Raya

"Pemerintah daerah ini menganggap penyalahgunaan lem pada generasi muda perlu untuk menjadi perhatian serius, sebab itu penindakan terus kami lakukan," kata Eddy.

Ia menambahkan, hal ini juga telah menjadi perhatian Wali Kota Padang , Mahyeldi Ansyarullah. Wako telah meminta pada kami untuk lebih menggiatkan razia terhadap remaja yang menggunakan lem ini, karena dapat merusak generasi penerus bangsa.

baca juga: Satpol PP Siapkan 1.544 Linmas untuk Pengamanan Pilwanag Serentak di Lima Puluh Kota

Selain itu, Satpol PP menurutnya juga telah mengeluarkan imbauan kepada pedagang untuk tidak menjual lem kepada anak dibawah umur, untuk meminimalisir penyalahgunaan lem tersebut.

"Kami mengimbau pedagang agar menjual lem hanya kepada ahli bangunan, jangan kepada anak-anak yang masih dibawah umur," tegasnya.

baca juga: Pesawat Tujuan Batam Kembali ke BIM Setelah Mengudara 15 Menit, Ini Penjelasan Lion Air

Penyalahgunaan lem, yang biasanya digunakan untuk bangunan, malah oleh orang-orang tertentu dihisap, yang tentu membahayakan diri sendiri karena mengandung unsur kimia.

Dari catatan Satpol PP Padang penindakan terhadap penyalahgunaan lem tersebut setidaknya selama 2016 telah ada 30 kasus.

baca juga: Bertahan Ditengah Pandemi, Penjual Salad Buah Tingkatkan Omsed dengan Inovasi dan Manfaatkan Digital Marketing

Selama ini yang menjadi kendala dari pihak terkait adalah tidak adanya peraturan yang mengatur untuk tindak tegas terhadap penghisap lem itu.

"Penghisap lem itu tidak bisa dimasukan pada golongan pemakai narkotika, itu masalahnya, jadi selama ini mereka hanya diamankan, didata, dan diserahkan pada dinas sosial," jelasnya.

Eddy menambahkan, namun pada 2016, kami telah memiliki tempat atau panti bagi mereka yang kedapatan menghisap lem itu. Panti tersebut adalah Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Pelita Campago," tegasnya.

Panti itu menampung orang-orang yang permasalahanya tidak tertampung dalam perihal undang-undang narkotika. (*)

Penulis: Eko Fajri