Terkait Perpecahan yang Menerpa Partai Demokrat, Din Syamsuddin : Saya Terusik

Din Syamsudin
Din Syamsudin (Suara.com/Angga Budhiyanto)

KLIKPOSITIF - Badai perpecahan yang menerpa Partai Demokrat mendapat sorotan dari Guru Besar Pemikiran Politik Islam FISIP UIN Jakarta Din Syamsuddin .

Dia mengemukakan, peristiwa tersebut mempertontonkan atraksi politik dan sebagai sebuah tragedi demokrasi yang fatal.

baca juga: Dua Dekade, Ketua DPC Pasbar Sebut Demokrat Konsisten Perjuangkan Kepentingan Rakyat

"Saya terusik berpendapat tentang KLB Partai Demokrat di Deli Serdang karena menciptakan kegaduhan nasional dan mengganggu tatanan demokrasi Indonesia. KLB itu menampilkan atraksi politik dan tragedi demokrasi yang fatal," kata Din Syamsuddin lewat keterangan tertulisnya yang diterima Suara.com, Senin (8/3/2021).

Menurutnya, Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat yang terjadi di Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut) membuktikan upaya pendongkelan terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY bukan sebuah isu belaka.

baca juga: Atasi Persoalan Mendesak, Demokrat Dorong Sinergitas Pemkab Pasaman dengan RSUD

"Bantahan itu telah berfungsi semacam self fulfilling prophecy atau hal yang diciptakan untuk menjadi kenyataan," tegasnya.

Mantan Wakil Ketua MUI ini juga mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, KLB Demokrat tidak sesuai dengan AD dan ART partai berlambang mersi tersebut.

baca juga: DPC Partai Demokrat Payakumbuh Beri Bantuan Kepada Warga yang Tengah Menjalani Isolasi Mandiri

"Pelaksanaan KLB yang tidak berizin tersebut tidak sesuai dengan AD dan ART Partai Demokrat , dan bertentangan dengan paradigma etika politik berdasarkan Pancasila," ujarnya.

Oleh karenanya, dia menegaskan pemerintah harus menolak hasil KLB Demokrat di Deli Serdang itu.

baca juga: Legislator Rezka Oktoberia Minta Kepala Daerah di Sumbar Fokus Tangani Covid-19

"Maka yang tepat dan terbaik bagi pemerintah adalah menolak keputusan KLB tersebut. Jika pemerintah mengesahkannya maka akan menjadi preseden buruk bagi pengembangan demokrasi Indonesia, dan menciptakan kegaduhan nasional," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Demokrat sedang menghadapi badai perpecahan di internal partai. Konflik terjadi antara Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY dengan KLB Demokrat di Deli Serdang Sumatera Utara, yang menjadikan Moeldoko sebagai ketua umum.

Sumber : suara.com

Editor: Haswandi