Sulthan Indra, Penyair Muda Pembranding Kopi Asli Pesisir Selatan

Iin Muhidin saat promosi kopi kepada teman diskusinya
Iin Muhidin saat promosi kopi kepada teman diskusinya (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -Hobi ngopi jadi salah satu alasan Iin Muhidin menggeluti usaha kopi . Berawal dan bermodal dari ilmu pengolahan kopi waktu mengikuti ivent kesusasteraan Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) di Ubud Bali tahun 2018 dan 2019 lalu.

Selain mengolah kopi Iin aktif menulis puisi . Puisinya kerap kali menghiasi halaman sastra media lokal. Ia juga candu diskusi.

baca juga: Dua Hari Dibuka, Peminat Calon Ketua KONI di Pessel Baru Dua Kandidat

Penyair muda asal Pesisir Selatan ini mulai bergerilya di Air Haji mencari biji demi biji kopi untuk diolah menjadi serbuk kopi yang diberinya nama Kopi Sulthan. Dia rela pulang kampung dari Bukittinggi ke Pesisir Selatan untuk fokus mengembangkan kopi daerahnya.

Kini, kopi kemasannya sudah terbang kemana - mana dan dinikmati berbagai kalangan pencinta kopi di tanah air.

baca juga: Kerja Target Vaksin, Pemkab Pessel Sasar Pengunjung Wisata

Pria yang biasa dipanggil Sulthan Indra Muda ini mensortir sendiri biji kopi yang akan diolahnya. Untuk itu dia tidak segan-segan masuk kebun demi kebun di Air Haji demi mendapatkan biji kopi terbaik.

"Saya sengaja membranding kopi asli Air Haji, sebab selama ini belum terkelola dan terpasarankan dengan baik. Awalnya dalam jumlah kecil, kemudian terus saya kembangkan," ungkapnya, Jumat,12 Maret 2021.

baca juga: Diduga Angkut Kayu Hasil Illegal Logging, Satu Orang Warga Siak Diamankan di Pessel

Tak banyak varian, kopi Sulthan tanpa campuran apapun sehingga rasa kopi begitu kental menjadi pembeda dengan produk kopi lainnya. Saat ini sumber biji kopi masih dari kopi biasa digunakan pengiat kopi kebanyakan, namun ke depan Iin akam mengembangkan biji kopi kampung.

Kopi kampung berbuah setelah umur 4 tahun dan usianya lebih panjang dibandingkan kopi lain.

baca juga: Lantik Direktur Definitif PDAM, Wabup Pessel Sampaikan Hal Ini

" Kopi kampung jarang ditemui saat ini, nanti saya akan produksi biji kopi kampung ini," ujarnya.

Iin mengaku, alasan menggeluti dunia kopi karena kopi menjadi trend dan mampu menopang ekonomi. Pecinta kopi dari berbagai kalangan, bahkan kopi sebagai pemantik diskusi bagi sebagian kalangan. Selanjutnya daerah asalnya Pesisir Selatan punya potensi kopi untuk dikembangkan.

" Kopi lagi trend, kemudian produk turunan kopi cukup banyak," katanya.

Sesuai perkembangan zaman, Iin memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya. Sebagai daya tarik selain rasa, Iin mendesain kemasan sebaik mungkin. Mulai dari logo, warna sampai bentuk kemasan.

Saat ini penjualan kopi Sulthan sendiri sudah mencapai beberapa provinsi di Indonesia dan beberapa reseller juga tersebar di wilayah Sumbar. Pemesanan bisa melalui nomor 0812-7772-9294.

"Ke depan saya akan mengolah kopi luwak yang saat ini masih dalam tahap mencari cita rasa. Kemudian nantinya juga dalam waktu dekat membuat parfum kopi Sulthan dan kawa daun kopi Sulthan," tutupnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir