Cerita Tenaga Ahli Desa Sijunjung yang Memproduksi Karbol Berbahan Baku Serai Wangi

Delzi Fajri
Delzi Fajri (KLIKPOSITIF/Haswandi)

KLIKPOSITIF - Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa Kabupaten Sijunjung Delzi Fajri mengungkapkan, dirinya selalu berusaha untuk meningkatkan kemandirian desa dengan pembentukan BUMNag (Badan Usaha Milik Nagari) di setiap daerah yang menjadi tanggung jawabnya.

Namun upayanya dalam meningkatkan kemandirian desa sering mendapat kendala dalam berbagai hal, baik dari SDM, pengetahuan dan budaya masyarakat desa terhadap BUMNag itu sendiri.

baca juga: Mengenal Karbol Tasarai yang Membawa Koperasi Pegawai Madina Raih Penghargaan Klik Award

Harapan terhadap BUMNag selain meningkatkan kemandirian desa adalah sebagai badan usaha yang dapat menampung dan mengelola hasil pertanian masyarakat yang manfaat dan tujuannya dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Selama ini produksi petani selalu tergantung dengan "harga Toke" dan naik turunnya harga ini mempengaruhi kehidupan petani yang berada di desa.

Ia mengatakan, selama pandemi korona berlangsung dan tidak stabilnya perekonomian, setiap hari dirinya menyaksikan bagaimana kehidupan petani semakin terpuruk, dan setiap melakukan pertemuan dan pengarahan kepada petani tersebut selalu muncul sebuah pertanyaan dari petani apa yang harus dilakukan dengan kondisi seperti ini.

baca juga: Karbol Tasarai Berbahan Baku Serai Wangi Diuji Coba, Ini Penjelasan Delzi Fajri

"Dalam sebuah kesulitan itu pasti ada kemudahan. Selama pandemi masyarakat luas sangat membutuhkan sebuah produk yang bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian, serta menjaga lingkungan agar tetap bersih dan terjaga dari hal hal yang dapat menyebabkan kesehatan manusia terganggu," ujarnya.

Ia melihat beberapa nagari di Sijunjung membudidayakan tanaman serai wangi dan kemudian mulai berfikir untuk memanfaatkan serai wangi menjadi sebuah produk.

baca juga: Sijunjung Ingin Buat Produk Karbol Berbahan Baku Serai Wangi

Setelah berdiskusi dan bercerita panjang lebar dengan masyarakat, serta menggali informasi tentang manfaat dan fungsi tanaman serai wangi kepada ahli di bidangnya, didapati sebuah kesimpulan bahwa selama ini ada potensi terpendam pada petani serai di daerahnya itu.

Alumni Fakultas FMIPA Jurusan Biologi Unand ini kemudian sampaikan ide dan gagasan untuk membuat produk tersebut ke beberapa teman yang mempunyai kemampuan di bidangnya dan gayung pun bersambut.

baca juga:

Rencana untuk membuat produk langsung direalisasikan, sehingga muncullah produk karbol berbahan baku serai wangi , yang kemudian diberi nama Karbol Tasarai .

Dalam perjalanan dan proses percobaan pembuatan karbol tersebut tidaklah mudah, karena dalam kondisi pandemi, keterbatasan biaya, waktu dan bahan baku yang dimiliki. Namun berkat bantuan dan dukungan rekan-rekannya, produk tersebut akhirnya jadi juga dan diharapkan nantinya dapat membantu kehidupan petani dan bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Barat

" Karbol Tasarai ini mengandung desinfektan alami yang bisa digunakan untuk pembersih lantai, kaca, kamar mandi, penghilang bau, pengusir lalat, kecoa, semut, dan lain-lain. Kami juga telah melakukan uji coba dan dari setiap tempat uji coba Tasarai , Alhamdulilah produk ini mendapatkan perhatian dan respon positif baik oleh masyarakat maupun instansi tempat dilakukannya uji coba," paparnya. ( klik di sini untuk melihat videonya )

Menurutnya, Karbol Tasarai ini masih digunakan di lingkungan sendiri, sambil menunggu izin edar keluar. Ia berharap semua proses izin cepat selesai, sehingga masyarakat bisa dapat menikmati hasilnya.

Editor: Haswandi