Program Beasiswa Sagasaja, Walikota Pariaman: Lulus Kuliah Langsung Bekerja

Genius Umar saat diwawancarai
Genius Umar saat diwawancarai (Rehasa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Program Walikota Pariaman tentang Satu Keluarga Satu Sarjana (Sagasaja) untuk keluarga kurang mampu di Pariaman kembali di lakukan. Selama ini sudah 112 orang yang mendapat bantuan tersebut.

Walikota Pariaman , Sumatera Barat, Genius Umar mengatakan peserta program beasiswa yang masuk dalam Sagasaja, usai lulus langsung bisa bekerja di perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi.

baca juga: Penerapan Ganjil-Genap di Kawasan Wisata Akan Diterapkan di Seluruh Indonesia, Menhub: Cegah Kepadatan

"Selepas anak ini tamat (kuliah) nantinya mereka akan langsung bekerja di industri dalam beberapa tahun," kata Genius Umar saat menyerahkan beasiswa dari Baznas untuk peserta Sagasaja yang kuliah di Politeknik Akademi Teknologi Industri Padang (ATIP), Senin 15 Maret 2021.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota Pariaman telah menjalin kerja sama perguruan tinggi dan perguruan tinggi juga menjalin kerja sama dengan perusahaan.

baca juga: Longsor, Dua Unit Rumah Tertimbun dan Akses Jalan di Nyiur Melambai Pessel Tertutup Material

"Setelah bekerja beberapa tahun nanti buat kelompok dan usaha di Pariaman sehingga mereka dapat berdaya secara ekonomi," katanya.

Ia menjelaskan dasar dibuatnya program tersebut yaitu untuk mengentaskan kemiskinan yang ada di daerah itu melalui pendidikan .

baca juga: Karena Pandemi, Target PAD Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Berkurang Lebih 50 Persen

"Ada teori sosiologi namanya lingkaran kemiskinan bahwa kemiskinan itu karena tidak bisa sekolah . Jadi orang tidak bisa sekolah karena dia miskin dan orang miskin karena tidak sekolah ," ujarnya.

Menurut Genius, salah satu cara untuk memutus rantai kemiskinan tersebut harus dengan intervensi pendidikan yang sedang dilaksanakan oleh Pemkot Pariaman dalam beberapa tahun terakhir.

baca juga: Sebut Tambak Udang di Kota Padang Belum Satupun yang Memiliki Izin, Dinas Pangan dang Prikanan: Setelah Pandemi Berakhir Akan Dibuat Aturannya

"Jadi peserta Sagasaja tersebut berasal dari keluarga kurang mampu yang profesi orang tuanya di antaranya buruh harian lepas," katanya.

Penulis: Rehasa | Editor: Eko Fajri