Komite III DPD RI: Pariwisata Harus Bangkit

Kawasan wisata Linggai Park di Danau Maninjau Kabupaten Agam, Sumatera Barat
Kawasan wisata Linggai Park di Danau Maninjau Kabupaten Agam, Sumatera Barat (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat (Sumbar), Senin, 22 Maret 2021.

Dalam kunjungan tersebut Ketua Komite III DPD RI , Sylviana Murni mengatakan, pariwisata Indonesia sangat terdampak pandemi Covid-19.

baca juga: Mengintip 7 Destinasi Menarik di Bandar Lampung dan Sekitarnya

Berdasarkan data Organisasi Pariwisata Dunia, jumlah kunjungan wisatawan di seluruh dunia menurun 44 persen selama pandemi. Sementara kunjungan ke Indonesia hanya berkisar 4 juta orang, padahal sebelumnya mencapai 16,11 juta kunjungan.

"Sektor pariwisata menjadi salah satu dunia usaha yang paling terdampak pandemi Covid-19. Kunjungan Wisman menurun drastis," katanya saat Focus Group Discussion Pengawasan Atas Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Hotel Mercure Padang, Senin (22/3/2021).

baca juga: Lima Puluh Kota Daftarkan Puluhan Desa Wisata di Ajang Nasional, Pemkab Gandeng ADKI

Padahal selama beberapa tahun sebelumnya hingga tahun 2019, pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian domestik. Pariwisata merupakan komitmen yang paling berkelanjutan dan jelajah ke level bawah masyarakat.

Sektor pariwisata memiliki dan cukup besar dalam negara devisa pendapatan, termasuk dalam kategori kesempatan kerja. Menurut data Kemenparekraf, penyerapan tenaga kerja disektor pariwisata pada tahun 2019 mencapai 13 juta orang.

baca juga: Gubernur Sumbar minta OJK Arahkan CSR Perbankan Bantu Ketersediaan Stok Oksigen

"Jumlah ini meningkat 3,17 persen di banding tahun sebelumnya. Penyerapan tenaga kerja tersebut menyumbang 10,28 persen untuk jumlah pekerja nasional. Untuk itu pariwisata harus bangkit" terangnya.

Sylviana berharap pertemuan tersebut bisa mendapatkan banyak data dan informasi yang berkaitan dengan implementasi UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, khususnya yang berkaitan dengan peraturan perundangan - undangan di tingkat daerah dalam kebijakan pembangunan kepariwisataan.

baca juga: Pengembangan Pariwisata di Nagari Butuh Kreatifitas Generasi Muda

"Dampak yang ditimbulkan oleh Pandemi Covid-19 sangat luar biasa, bukan saja pada masyarakat jutaan manusia di belahan dunia tetapi juga keterpurukan ekonomi dan kemiskinan secara global," ungkapnya.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, ancaman dampak Covid-19 pada pariwisata ini memprihatinkan. Hotel dan akomodasi ditutup sementara, mall retail menurun omsetnya, destinasi ditutup sementara, cafe dan tempat makan ditutup sementara, MICE ditunda. Apalagi ancaman PHK di industri pariwisata .

"Kita tidak ingin lama-lama terpuruk dan berharap sektor pariwisata . Untuk itu mari kita kembali bangkit dan angkat pariwisata Sumbar," ajaknya.

Mahyeldi berharap dengan kehadirannya Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Sumbar ini, agar mendapat perhatian khusus dalam bidang pariwisata , sehingga bisa lebih baik lagi ke depannya.

Hadir dalam rapat tersebut, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, rombongan Komite III DPD RI , Muslim M Yatim perwakilan dari Sumbar, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial dan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, APPI, PHRI, GIPI provinsi Sumbar. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir