Gubernur Sumbar Minta DKP Berdayakan Alumni Magang di Kapal Jepang Kelola Kelautan

Nelayan tradisional di Kota Padang
Nelayan tradisional di Kota Padang (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) meminta Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memberdayakan alumni magang di Jepang untuk mengelompokkan potensi kelautan di provinsi itu.

Permintaan itu disampaikan Mahyeldi kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri saat rapat koordinasi dengan Bupati Mentawai dan Wakil Bupati Pesisir Selatan, Rabu, 10 Maret 2021.

baca juga: Gubernur Sumbar Kecam Israel: Minta Pemerintah RI Tunjukkan Sikap Tegas

"Anak - anak Sumbar banyak yang sudah magang di Jepang. Mereka magang di kapal besar mengelola perikanan, cari mereka dan kumpulkan," ujarnya.

Dilanjutkannya, beri alumni magang di kapal Jepang tersebut fasilitas yang lengkap untuk mengelola potensi laut.

baca juga: Mahyeldi Meradang Lihat ASN Pemprov Sumbar Banyak Tidak Pakai Kostum Korpri dan Pin

"Sediakan mereka fasilitas, paling harga kapal besar itu sekitar Rp 2,5 miliar. Setelah itu minta mereka tangkap ikan tuna di Sumbar ini," katanya.

Saat Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota Se-Sumatera Barat pagi tadi (24/3), Mahyeldi kembali menyebut potensi maritim Sumbar.

baca juga: Gubernur Sumbar Buka Alek Nagari Khatam Alquran di Agam

Menurutnya, kelautan dan perikanan mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan perekonomian nasional, terutama dalam meningkatkan perluasan kesempatan kerja.

Sektor kemaritiman mempunyai karakteristik yang berbeda dengan sektor lain, khususnya sumberdaya perikanan laut yang pada hakekatnya tidak dapat dibatasi berdasarkan wilayah administrasi dan bersifat terbuka dalam pemanfaatannya. Sumberdaya perikanan laut tropis memiliki banyak spesies yang relatif terbatas jumlahnya.

baca juga: Mahyeldi Minta Muzakki Bayarkan Zakat Kepada Orang Dekat dari Tempat Tinggal

"Saat ini nilai produksi perikanan laut Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Sumbar berhasil dicapai sebesar 211.821,30 ton," kata Mahyeldi.

Sehingga, usaha perikanan yang masih berpeluang untuk dikembangkan adalah untuk investasi skala menengah dan besar yakni penangkapan ikan tuna diperairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) tanpa bersaing dengan nelayan tradisional di pinggir pantai.

Luas lahan perairan umum di Sumatera Barat sebesar 69.806,78 ha yang terdiri dari danau, sungai, telaga, rawa dan lain - lain dan tersebar pada 19 Kabupaten/Kota. Dari luas perairan umum tersebut diatas yang mempunyai potensi untuk perikanan budidaya adalah sebesar 3.100 ha. Semua lahan perairan umum tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk usaha penangkapan ikan dalam skala kecil dan baru sebagian kecil yang dimanfaatkan untuk budidaya ikan .

Secara garis besar potensi sumberdaya kelautan Sumbar dapat dibagi atas dua jenis potensi, yang pertama adalah sumberdaya yang dapat diperbaharui (renewable resources) seperti hutan bakau (mangrove), terumbu karang, padang lamun, rumput laut, kawasan konservasi taman laut, dan pulau-pulau kecil.

Dan yang kedua sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui (non renewable resources) seperti mineral dan bahan-bahan tambang yang sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal karena berbagai keterbatasan baik eksplorasi maupun eksploitasi.

Selain itu, juga terdapat berbagai macam potensi kelautan lainnya seperti pariwisata (wisata bahari), industri bahari, industri maritim, energi OTEC (Ocean Technologi Energy Convention) dan lain-lain.

Kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri langsung menindaklanjuti intruksi dari gubernur.

"Kami sedang mendata alumni yang magang di Jepang dan akan kami kumpulkan mereka, lalu kami bahas soal itu," ujarnya.

Editor: Joni Abdul Kasir