Muhammadiyah Putuskan Waktu Salat Subuh Mundur, Bagaimana dengan Puasa? Simak Penjelasan Lengkapnya

ilustrasi
ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Muhammadiyah secara resmi telah menentukan awal waktu subuh , kemduian memutuskan waktu Salat Subuh mundur rata-rata 8 menit.

Hal itu diputuskan melalui Sidang Pleno IV Musyawarah Nasional XXXI Tarjih Muhammadiyah. Untuk itu, Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto meminta warga persyarikatan seluruh Indonesia untuk mentaati putusan tersebut.

baca juga: Perdagangan Saham Garuda di Bursa Efek Dihentikan

"Sehingga karenanya dimohon kepada masjid-masjid, mushola yang langsung di bawah pengelolaan Muhammadiyah untuk bisa menyesuaikan dengan waktu subuh yang telah ditetapkan oleh Majelis Tarjih ini," katanya, pada (24/3/2021) dilansir dari Timesndonesia.co.id,.

Lihat Salinan Putusan Lengkapnya di SINI

baca juga: Pertamina Siap Operasikan 12 Storage BBM Baru

Agar informasi tersebar luas, PP Muhammadiyah mengajak Majelis Tarjih, Tabligh dan Majelis Pustaka Informasi (MPI) untuk mensosialisasikan putusan ini kepada warga Muhammadiyah dan umat Islam umumnya.

"PP Muhammadiyah berharap ini bisa segera diimplementasikan atau dilaksanakan oleh warga Persyarikatan Muhammadiyah," jelasnya.

baca juga: Junimart Girsang: Penyelesaian Konflik Tanah Harus Perhitungkan Aspek Hukum dan Non Hukum

Menghargai Perbedaan

Meski menjadi putusan resmi Muhammadiyah, Agung Danarto menjelaskan aturan tersebut tentu berbeda dengan organisasi Islam yang lain seperti Nahdatul Ulama (NU).

baca juga: Tunjang Target Produksi Migas, Menteri ESDM: Kita Perbaiki Iklim Investasi

Dia menegaskan, hal itu tak perlu dirisaukan karana perbedaan dalam beragama adalah sebuah keniscayaan.

Oleh karenanya, ia menghimbau kepada warga Muhammadiyah tak perlu merasa benar dan menyalahkan yang lain atas perbedaan tersebut.

"Menjalankan putusan kita tanpa harus menyalahkan dari pihak lain yang tidak sama dengan kita," katanya.

Selain itu, adanya pertanyaan waktu dimulai puasa saat Ramadan juga dijawab Muhammadiyah. Yakni, PP Muhammadiyah tetap puasa dimulai pada waktu subuh , bukan imsak.

"Kalau imsak itu kan menahan diri untuk tidak makan dan minum, jadi diupayakan sahurnya sudah selesai. Tetapi waktu mulai puasanya kan begitu masuk waktu subuh ," kata Agung.

Editor: Eko Fajri