Kadin Sumbar Rasakan Keterpurukan Ekonomi, Ajak Pemprov Bangkit

Gambir
Gambir (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kamar Dagang dan Industri Sumatera Barat ( Kadin Sumbar ) Sumatera Barat masih merasakan dampak pandemi Covid-19 pada perekonomian Sumbar. Padahal Sumbar sudah masuk zona kuning dan sudah menunjukkan tanda-tanda wabah melandai.

Ketua Umum Kadin Sumbar Ramal Saleh menyampaikan, ada masalah yang belum selesai, terutama di sektor perekonomian. Banyak aktivitas perdagangan, pariwisata, properti, hotel, dan resto mulai merasakannya.

baca juga: Gubernur Sumbar Kecam Israel: Minta Pemerintah RI Tunjukkan Sikap Tegas

"Kini sudah mulai terasa sebagai krisis ekonomi . Untuk perlu dilakukan upaya percepatan pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19," kata Ramal Saleh, Sabtu, 27 Maret 2021.

Ketua Kadin Ramal Saleh menjelaskan, pertemuan dengan Gubernur Sumbar bersama beberapa lembaga asosiasi di Provinsi Sumbar membahas berbagai hal dalam percepatan dan upaya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di Sumbar.

baca juga: Mahyeldi Meradang Lihat ASN Pemprov Sumbar Banyak Tidak Pakai Kostum Korpri dan Pin

"Kadin menggandeng Pemprov Sumbar untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam hal peningkatan ekonomi agar masyarakat sejahtera. Ayo kita bangkit dari keterpurukan ini," sebutnya.

Ramal Saleh bersama pengusaha di Sumbar berinisiatif menemui Gubernur Sumbar untuk membahas persoalan itu. Pertemuan Kamis lalu untuk mencari solusi permasalahan memulihkan ekonomi yang terpuruk.

baca juga: Gubernur Sumbar Buka Alek Nagari Khatam Alquran di Agam

Hal yang dibahas dalam pertemuan ini mengenai kebijakan baru pemerintah dalam penanganan pandemi, utamanya dalam kaitannya dalam menggerakkan dan memulihkan perekonomian nasional.

Pihaknya sebagai pengusaha, jelas Ramal Saleh akan mendukung pemerintah dalam menangani masalah yang diakibatkan pandemi Covid-19.

baca juga: Rencana Kenaikan Tarif PPN, Wakil Ketua DPR: Tambah Beban Hidup Masyarakat

Selanjutnya Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan, terkait penanganan Covid-19, Pemprov telah melakukan upaya optimal dalam pencegahan penyebaran virus Corona tersebut. Berkat dukungan kultur masyarakat yang patuh dan taat, Sumbar berhasil menahan laju penyebaran Covid-19 dengan tingkat kesembuhan tertinggi di Indonesia.

Namun Mahyeldi mengingatkan agar seluruh komponen tak terbuai dengan rasa bangga karena perjuangan menghadapi Covid-19 masih panjang. Upaya yang dilakukan tetap dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Masyarakat Sumbar wajib patuhi Protokol kesehatan dengan menerapkan 3M, yaitu menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau memakai hand sanitizer," ingatnya.

Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, ia berharap masyarakat bisa melakukan kegiatan untuk mengerakkan roda perekonomian yang dimulai dari industri rumah tangga.

Lanjut Gubernur Sumbar dalam pertemuan itu menambahkan, percepatan perekonomian yang digagas Kadin sejalan dengan visinya "Terwujudnya Sumatera Barat Madani yang unggul dan berkelanjutan" dan empat misi dari tujuh misi dalam kepemimpinannya.

"Yaitu meningkatkan nilai tambah dan produktifitas pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan yang akan berimbas pada pendapatan petani yang peningkatan kesejahteraan dan menekan angka kemiskinan," ujarnya.

Sementara Pemprov Sumbar akan mengalokasikan 10 persen dari APBD Provinsi Sumbar untuk peningkatan pertanian Rp6,7 triliun dari APBD Sumbar untuk peningkatan pertanian.

Mahyeldi berharap dalam pertemuan ini terus bisa dilakukan, agar pemprov Sumbar bisa dapat masukan dan saran dari pihak Kadin. Selanjutnya Ia menyampaikan merasa bangga dan berterima kasih atas inisiatif jajaran Kadin yang selalu siap membantu pemerintah dalam menghadapi situasi saat ini. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir