Lakukan Diskriminasi, Lion Air Grup Disanksi Rp 3,3 Miliar

Lion Air(ilustrasi)
Lion Air(ilustrasi) (net)

KLIKPOSITIF - Lion Air group dikenai sanksi berupa denda sebesar Rp 3,3 miliar olehKomisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Denda ini diberikam lantaran tiga perusahaan yang tergabung di Lion Air Group secara sah dan meyakinkan melakukan praktek diskriminasi terkait dengan kerja sama penjualan kapasitas kargo.

Deskriminasi dalam jasa pengangkutan barang ini terjadi di beberapa bandara, yakni Bandara Hang Nadim ke Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdana Kusuma, Bandara Juanda dan Bandara Kualanamu. Adapun, ketiga perusahaan tersebut adalah PT Lion Mentari, PT Batik Air Indonesia dan PT Lion Express.Dalam putusan tersebut, KPPU menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 1 miliar kepada masing-masing Terlapor, sehingga secara total, KPPU menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 3 miliar kepada Lion Air Group. Perkara inisiatif dengan nomor register 07/KPPU-I/2020 ini bermula dari adanya penumpukan kargo (barang, pos dan kargo) yang terjadi di Bandara Hang Nadim Batam pada periode Juli-September 2018.

baca juga: Kemenkes Terbitkan SE, Biaya RT-PCR Hasil Cepat Tidak Boleh Lampaui Tarif Tertinggi

"Dalam penyelidikan, didapatkan bukti adanya perjanjian kerja sama yang dilakukan oleh PT Lion Mentari, PT Batik Air Indonesia, dan PT Wings Abadi selaku pelaku usaha angkutan udara niaga berjadwal yang menyediakan layanan jasa angkutan barang dari bandar udara tertentu ke bandar udara tujuan, dengan PT Lion Express yang merupakan perusahaan jasa pengiriman paket dan dokumen secara door to door ke seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan penerbangan Lion Air Group," ujar KPPU dalam keterangannya yang ditulis, Selasa (30/3/2021) dilansir dari Suara.com.

Dalam kerja sama tersebut, KPPU menemukan adanya hak ekslusif atau eksklusifitas kepada PT Lion Express untuk penggunaan kapasitas kargo sebesar 40 ton per hari untuk 4 rute penerbangan yang telah disepakati. Tindakan tersebut terbukti menutup dan atau mempersulit akses pengiriman barang bagi agen kargo yang terdaftar sebagai agen resmi selain PT Lion Express, sehingga terpaksa menggunakan jasa kargo alternatif lain dan/atau perantara agen-agen kargo lain.

baca juga: Menkeu: Ekonomi Syariah Bantu Pulihkan Dampak Pandemi

Namun perilaku diskriminasi tersebut tidak berjalan efektif karena PT Lion Express tidak berhasil mengambil konsumen agen-agen kargo lain dan justru berpindah ke maskapai lain.

Berdasarkan berbagai fakta di persidangan tersebut, Majelis Komisi akhirnya memutuskan PT Lion Mentari, PT Batik Air Indonesia, dan PT Lion Express terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 19 huruf d Undang-undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

baca juga: Soal Ancaman Covid-19 Varian Omnicron, Ini Kata Jokowi

Editor: Ramadhani