Soal Penganiayaan Jurnalis Tempo di Surabaya, PBHI: Pelaku Diduga Oknum Polisi

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) menduga kasus penganiayaan atau kekerasan yang dialami oleh jurnalis Tempo di Surabaya, Jawa Timur melibatkan oknum aparat kepolisian.

"Dalam kasus ini ada dugaan kuat melibatkan aparat kepolisian," kata Sekretaris Jenderal PBHI Julius Ibrani saat dihubungi di Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Ia mengatakan dugaan tersebut berdasarkan informasi awal PBHI bersama sejumlah jejaring di lapangan yang merujuk kepada identitas pelaku yang melakukan kekerasan terhadap wartawan tersebut. "Lebih kepada identitas yang dikenali," ujar Ijul dilansir dari Suara.com.

baca juga: Ternyata Tak Perlu Sertifikat Vaksin untuk Urus Dokumen Kependudukan

Selain dari identitas, PBHI juga menduga kasus kekerasan kepada wartawan atau pejuang hak asasi manusia selama ini kerap dilakukan oleh aparat terutama bila aktor yang akan diusut dari lingkungan pemerintah. Apalagi jika kasus yang akan diungkit merupakan kasus besar dan sistemik maka hampir 99 persen, PBHI berkeyakinan atau menduga melibatkan aparat penegak hukum .

"Target informan yang dikejar teman wartawan ini pejabat negara, hal ini jarang sekali terjadi kalau narasumber-nya dari swasta," tutur dia.

baca juga: Pemerintah Tetapkan Standar Kelulusan CPNS 2021, Ini Info Lengkapnya

Dia mengatakan kasus kekerasan yang dialami oleh Nurhadi wartawan Tempo yang ingin mewawancari Angin Priyatno Aji terkait kasus dugaan korupsi pajak tidak bisa dianggap remeh. Selain itu, PBHI juga menerima sejumlah informasi bahwa kekerasan tersebut dilakukan oleh oknum TNI. Meskipun demikian, pihaknya belum dapat memastikan karena belum mengarah ke ranah tersebut.

Kendati demikian, PBHI memastikan akan terus mencari informasi-informasi di lapangan termasuk bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) terkait kesahihan dugaan keterlibatan oknum TNI."Kalau itu memang ada dugaan keterlibatan oknum TNI maka jelas kami juga akan suarakan," katanya

baca juga: RS Hampir Penuh, Luhut Minta Pemda DIY Tingkatkan Kapasitas Tempat Tidur

Editor: Ramadhani