Alwis Pamit

Alwis bersama istri
Alwis bersama istri (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Terhitung 1 April 2021 Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar) Drs. Alwis memasuki purna tugas. Malam ini akan dilakukan pisah sambut sebagai bentuk formal mengakhiri masa jabatan.

Alwis menyampaikan, selama 38 tahun 6 bulan sebagai ASN dan 2 tahun 5 bulan 29 hari sebagai Sekdprov Sumbar banyak kesalahan yang dilakukan selama menjalani tugas.

baca juga: Ini Harapan Gubernur Kepada Unand Setelah Berstatus PTN BH

"Sebagai manusia biasa tentu saja banyak kesalahan baik sengaja atau tidak. Apalagi puluhan tahun mengabdi, untuk itu atas nama pribadi saya mohon maaf kepada kepada gubernur dan wakil gubernur Sumbar, kawan - kawan kepala SKPD, pegawai dan semua pihak," ujarnya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Selasa, 30 Maret 2021.

Alwis juga mengucapkan terima kasih kepada kawan - kawan yang memberikan dukungan selama bertugas. Selama menjabat Sekda , mungkin dia belum bisa malaksanakan tugas maksimal dan sesuai harapan. Masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan. Alwis berharap Plh Sekda bisa menyelesaikan tugas itu.

baca juga: Uang Ganti Untung Lahan tol Padang - Pekanbaru Dibayarkan, Wagub Sumbar: Pembangunan Berlanjut

Sepeninggalnya, ada beberapa tugas yang harus dituntaskan Plh Sekda , mulai dari mengisi formasi jabatan yang masih kosong, merampungkan struktur organisasi yang belum dikukuhkan dan mengembalikan APBD kepada Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) atau sesuai aturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Termasuk menyiapkan proses lelang Sekda defenitif," sebutnya.

baca juga: Nagari Tageh Memiliki Peran Tekan Penyebaran COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Alwis menyampaikan, gubenur telah menyiapkan Plh Sekda untuk melaksanakan tugas sampai terpilih Sekda defenitif. "Pak gubernur sudah menunjuk Plh Sekda hingga terpilih Sekda defenitif," ungkapnya.

Untuk diketahui, selama karirnya Alwis merupakan birokrat yang punya karir bersinar di Sumbar. Memulai karir dari pegawai golongan rendah, pernah menjadi Kepala Desa (Kades) hingga pelaksana harian Gubernur Sumbar.

baca juga: Audy Joinaldy Apresiasi Vaksinasi COVID-19 Solok Selatan Terus Meningkat

Jarang sekali ditemukan birokrat yang bersinar sepertinya. Dari Kades, kepala bagian, bidang, kepala dinas, kepala biro, hingga terpilih menjadi Sekretaris Daerah hingga ditunjuk Menteri Dalam Negeri Mendagri Tito Karnavian menjadi Plh Gubernur Sumbar.

Perjalanan panjang dan keras dilakoninya sejak kecil hingga tamat di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) yang kini naik tingkat Institut. Besar di lingkungan keluarga Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) tidak membuatnya manja. Anak kolong yang satu ini melakoni berbagai macam pekerjaan semasa sekolah.

Mulai dari penjual majalah hingga menjadi buruh angkat pelabuhan (Porter) di Bandara Tabing. Sejak SMP hingga menamatkan sekolah di SMA PGRI 1 Padang kehidupan keras dilalui. Namanya buruh. Tamparan boleh disebut sudah menjadi kudapan sehari-hari. Apalagi Alwis masih kanak-kanak, tubuhnya mungil dibandingkan buruh lain.

Hingga suatu hari, seorang komandan Provos AURI kasihan melihat perlakuan rekan-rekan padanya. Alwis diajak belajar tinju. Setelah belajar tinju itulah Alwis tidak lagi dibully. Jangan di-bully, dirinya bahkan tidak perlu lagi mengangkat barang. Boleh disebut dirinya mulai disegani di kalangan buruh. Akhir ibunya mengetahui jadi petinju dan melarang jadi petinju.

Sampai akhirnya dalam rutinitas di bandara, dirinya membantu Direktur APDN, M Hasbi ketika hendak berangkat ke Jakarta. Saat itu, pihak bandara mengharuskan setiap penumpang buka koper. Namun direktur tidak dapat membuka koper karena kunci telah dibawa oleh istrinya. Dengan niat ikhlas akhirnya Alwis membantu.

Tak disangka pertolongan yang diberikan ketika belum menjadi mahasiswa di APDN tersebut ternyata tetap dikenang oleh direktur. Akhirnya Alwis masuk kampus dan menamatkan pendidikan pada 1985.

Kemudian mengabdi dan sempat menjadi Kepala Desa Pantai Cermin, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sawahlunto- Sijunjung (sebelum mekar).

Anak dari pasangan suami- isteri Almarhum MK Djuki dan Hj. Nursila Seorang pensiunan Prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (KOPASGAT) TNI-AU (sekarang bernama PASKHAS).

Saat menjadi kepala desa Ia mendapat kesempatan melanjutkan Pendidikan sebagai Mahasiswa Tugas Belajar pada Institut Ilmu Pemerintahan di Jakarta dan tamat pada tahun 1990. Sekembali dari IIP, Alwis tidak kembali bertugas di Sawahlunto Sijunjung. Tetapi, ia ditarik untuk bertugas di Kantor Gubernur Sumbar di bagian protokoler. Tak tanggung-tanggung, di kantor gubernur Alwis menjabat Kasubag Pengadaan Barang pada Biro Umum Setdaprov Sumbar di bawah kepemimpinan Drs. Basril Taher.

Begitu Drs. Basril Taher dimutasi menjadi Kepala Biro Pembangunan Daerah (dulu Biro Bangda), Alwis pun ikut dibawa dengan jabatan sebagai Kasubag Evaluasi dan Pelaporan, Biro Pembangunan Daerah Setdaprov Sumbar.

Dari Biro ini, karir Alwis semakin menanjak. Bahkan dirinya juga ditunjuk menjadi Ajudan Gubernur Sumbar kala itu yang dijabat Drs. H. Hasan Basri Durin bersama Gamawan Fauzi yang menjadi Sespri gubernur.

Ketika Drs. H. Hasan Basri Durin menjadi Menteri Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional, dirinya pun ditarik untuk Menjadi Sespri (Sekretaris Pribadi Menteri Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional ) di Jakarta, hingga masa Kabinet di Presiden BJ. Habibie berakhir.

"Waktu habis masa jabatan Pak Hasan sebagai Menteri, saya ditawarkan untuk memilih apakah mau melanjutkan karir di Jakarta atau kembali ke daerah, lalu saya pilih untuk kembali ke daerah. Pulang ke Padang tahun 1999," ujarnya.

Sekembali ke Padang, Alwis menapaki karir di Pemko Padang. Disana Alwis bertugas di Bappeda semasa kepemimpinan Drs. Zuiyen Rais, kemudian pada masa Walikota Fauzi Bahar, Alwis menjabat Kepala Bagian Umum.

Setelah pengabdian di Pemko Padang, pada tahun 2007 Alwis ditarik ke Pemprov Sumbar , di sana ia menduduki jabatan sebagai Perwakilan Sumbar di Jakarta. Kemudian, tahun 2008 Alwis kembali ke Padang. Kali ini ditarik menjadi Kepala Biro Umum Setdaprov Sumbar di bawah kepemimpinan Gamawan Fauzi dan Irwan Prayitno.

Kemudian setelah menjadi Kepala Biro Umum. Karir Alwis kembali menanjak, Alwis ditunjuk menjadi Kepala Organisasi Kepala Daerah (OPD) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar.

Meskipun, menjadi Kepala OPD namun karir Alwis terus menanjak. Bahkan, Alwis pun sempat menjadi Pj. Bupati Pesisir Selatan dan Pjs.Wali Kota Padang. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir