Cuaca Ekstrim, BPBD Sumbar Keluarkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir

Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman saat meninjau lokasi bencana beberapa waktu lalu
Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman saat meninjau lokasi bencana beberapa waktu lalu (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat (BPBD Sumbar) mengeluarkan status siaga darurat bencana banjir di provinsi itu.

Status siaga bencana melalui surat Gubernur Sumbar dikeluarkan untuk menyikapi prediksi BMKG soal cuaca ekstrim yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan.

baca juga: BNPB Perkuat Peran dan Fungsi Pusdalops Daerah

Selain itu lima daerah di Sumbar (Pesisir Selatan, Padang, Agam, Solok Selatan, dan Pasaman) diterjang banjir .

"Sumbar dilanda musim penghujan. Sejumlah daerah dilanda banjir . Menyikapi itu, BPBD Sumbar mengimbau masyarakat tetap waspada," kata Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman, Rabu, 31 Maret 2021.

baca juga: InaRISK yang Dikembangkan BNPB Berpotensi Untuk Diintegrasikan dengan Sistem Informasi Pemantauan dan Pengamanan Maritim

Erman Rahman menyampaikan, penanganan bencana banjir di 5 daerah yang sedang terjadi terus didukung BPBD Sumbar. Seperti menyalurkan bantuan logistik .

"Kami juga siap mengirimkan bantuan berupa tenda, selimut, perahu karet dan sarana dan prasarana lainnya," terangnya.

baca juga: Wagub Sumbar Serahkan Proposal Rehab Rekon Bencana ke BNPB

Dia mengimbau masyarakat yang berada di pengunungan untuk mengungsi dan masyarakat yang berada kawasan langganan banjir untuk waspada.

"BPBD Sumbar siap 24 jam. Kami terus lakukan upaya pencegahan pengurangan resiko bencana , kami siapkan alat dan logistik . Kami berharap jngan sampai ada korban jiwa dalam setiap bencana ," sebutnya.

baca juga: Pemprov Sumbar Anggarkan Rp15 Miliar untuk Atasi Banjir Batang Tapan

Kemudian Erman Rahman menjelaskan, penanganan bencana dilakukan secara Pentahelix atau secara bersamaan dengan melibatkan banyak pihak termasuk swasta.

"Penanganan ini sudah disepakati termasuk melibatkan daerah penyangga dalam recovery pasca bencana ," tutupnya.

Editor: Joni Abdul Kasir