Petani Sumbar Akan Dibantu Benih Padi Bersertifikat untuk Lahan 33.975 Hektare

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ( Pemprov Sumbar ) telah menyusun program dan kegiatan kearah tercapainya produksi tanaman pangan terutama padi melalui bantuan benih bersertifikat.

Tak tanggung-tanggung provinsi melalui Dinas Pertanian akan membantu bibit untuk lahan seluas

baca juga: SE Gubernur Sumbar: Objek Wisata di Zona Kuning Boleh Dibuka Saat Libur Lebaran

33.975 hektare.

"Termasuk pengembangan jagung dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur dan terlantar guna mencapai produksi 1,2 juta ton. Ini untuk menunjang industri pakan ternak di Sumbar," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Kamis, 1 April 2021.

baca juga: Mahyeldi Minta KONI Dongkrak Prestasi Olahraga Sumbar di PON 2021 dan 2024

Dilanjutkannya, upaya pencapaian peningkatan pendapatan masyarakat pada sektor pertanian pemerintah daerah telah menyusun program dan kegiatan dengan indikator utamanya adalah "peningkatan pendapatan petani ".

Pemprov Sumbar akan

baca juga: Sumbar Targetkan 16 Medali Emas di PON Papua

mengalokasikan anggaran APBD sebesar 10 persen untuk sektor pertanian , peternakan dan perikanan guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing produksi yang dihasilkan sehingga diharapkan bertambahnya pendapatan petani di sumbar.

" Pertanian bukan hanya pada peningkatan produksi, tetapi yang memiliki efek kebaikan pada petaninya yaitu peningkatan pendapatan petani ," ujarnya.

baca juga: Satpol PP Sumbar Jaga Ketat Perbatasan, Hanya Kendaraan dengan Pengecualian Dibolehkan Masuk

Mahyeldi menjelaskan, Sumbar merupakan salah satu dari 17 Provinsi penyangga produksi padi nasional dengan luas baku lahan sawah sebesar 194.281 ha dengan tanam padi tahun 2021 sebesar 332.781 Ha dan produksi sebesar 1.548.916 ton.

Untuk mencapai target tersebut maka perlu dilakukan langkah-langkah, seperti pemakaian benih bersertifikat, pupuk bersubsidi, jaringan irigasi, pengurangan kehilangan hasil oleh organisme pengganggu tanaman (OPT). Penggunaan alat mesin pertanian pra panen (alsintan) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR)

serta meningkatkan peran penyuluhan pertanian dalam percepatan peningkatan produksi padi .

"Keseriusan ini kami terus berupaya untuk mengurus pertanian , karena 57 persen penduduk Sumbar hidup di sector pertanian , selain itu juga kontribusi PDRB sebesar 22 persen," di sektor lapangan usaha pertanian , ujar Mahyeldi. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir