Ini Kata Erick Thohir Kepada Investor China Jika Mendapat Halangan Izin dan Pembangunan di Indonesia

Erick Thohir
Erick Thohir (Instagram)

KLIKPOSITIF - Menteri BUMN Erick Thohir memastikan kepada para investor China jika tak akan mendapat halangan mulai izin sampai pembangunan di Indonesia.

Menurutnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang akan menyelesaikan permasalahan para investor . Hal itu dinyatakan, dalam kunjungan kerja ke China untuk menemui para investor China di Indonesia.

baca juga: Andre Rosiade Desak Mengeri BUMN Tegas Evaluasi Kimia Farma soal Antigen Bekas

"Kami juga ingin memastikan kalau ada kesulitan di lapangan BKPM untuk bisa menyelesaikan semua halangan," ujar Erick dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (2/4/2021).

Dalam kunjungan itu, Erick juga memastikan kerja sama terkait dengan industri baterai lithium antara Indonesia Battery Corporation dengan CATL.

baca juga: Alat Test Antigen Bekas di Bandara, Erick Thohir: Tak Ada Toleransi! Saya Sendiri Akan Turun Lakukan Evaluasi

"Jadi kita rapat dengan EV Batery konsorsium IBC dengan perusahaan besar CATL dengan total investasi 5 miliar dollar AS yang ini dipastikan keberlanjutan partnership dengan baik dan kalau bisa dipercepat," ucap dia.

Sebelumnya, Contemporary Amperex Technology (CATL), produsen baterai mobil listrik asal China, berencana berinvestasi sebesar 5 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 70,9 triliun.

baca juga: Andre Rosiade Fasilitasi Lima Bupati dan Wako Sumbar Bertemu Menteri BUMN Demi Percepatan Pembangunan

Deputi Menteri Kordinator Bidang Maritim dan Investasi Septian Hario Seto mengatakan, pabrik baterai mobil listrik CATL itu rencananya mulai berproduksi pada 2024.

"Targetnya adalah mereka akan berinvestasi sekitar 5 miliar dolar AS. dan produksi pertama akan dilakukan pada 2024," kata dia seperti dilansir dari Reuters.

baca juga: Tidak Mau Kalah dengan Negara Besar Lainnya, Erick Thohir : Kita Bisa Jadi Pemain Global

Ia mengklaim bahwa CATL sudah meneken kesepakatan dengan BUMN PT Aneka Tambang. Kesepakatan itu akan menjamin bahwa 60 persen nikel asal Indonesia akan diproses oleh CATL menjadi baterai di Tanah Air.

Sumber : suara.com

Editor: Haswandi