Pengiriman Bantuan ke Flores Timur Terkendala Akses

Banjir bandang di Flores Timur
Banjir bandang di Flores Timur (net)

KLIKPOSITIF - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) mencatat terdapat empat kecamatan dan tujuh desa yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Flores Timur, NTT. Pengiriman bantuan masih sulit dilakukan lantaran akses ke lokasi bencana terganggu hujan deras dan gelombang tinggi.

Banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu (04/04) dini hari, disebut seorang warga merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Proses pengiriman bantuan untuk pencarian korban maupun warga yang terdampak, masih sulit dilakukan lantaran akses ke pulau tersebut terganggu hujan deras dan gelombang tinggi, kata BNPB .

BNPB menyebut hingga pukul 18.30 WIB kemaren korban jiwa akibat banjir bandang longsor di Kabupaten Flores Timur mencapai 41 orang. Tapi angka itu, kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB , Raditya Jati, masih akan terus berkembang karena dalam proses pendataan.

baca juga: Jika Kasus Covid-19 Tak Meningkat Usai Lebaran, Ini Penjelasan Ahli

"Memang di awal sempat muncul data angka 44 orang meninggal yang didapat dari lapangan, namun setelah kami sampai di lapangan, kita verifikasi ulang, saat ini kami mendapatkan data 41 orang meninggal dunia," kata Raditya, Minggu (04/04).

Sementara korban luka-luka tercatat sembilan orang, serta 27 orang hilang, kata Raditya. Dia mengakui pengiriman bantuan logistik kepada korban yang terdampak banjir dan longsor, terkendala kondisi geografis. "Untuk mendapatkan aksestabilitas, terutama pulau-pulau kecil, menjadi tantangan kita di sana," katanya dilansir dari Suara.com.

baca juga: Indonesia Urutan 18 Kasus Pandemi Covid-19 Dunia

Karena cuaca ekstrim, bantuan logistik belum bisa dikirim melalui angkutan laut ke Pulau Adonara. "Apakah nanti akan menggunakan pesawat atau heli, nanti akan kami sampaikan selanjutnya," ungkapnya.

Dia menambahkan, tantangan terberat lainnya adalah mengevakuasi dengan memanfaatkan alat-alat berat. Ditanya apakah pemerintah sudah menetapkan status bencana di Flores Timur, Raditya mengatakan sejauh ini belum ada informasi tentang hal itu. "Mungkin besok akan ditetapkan [statusnya], tapi kita lihat dulu perkembangannya," katanya.

baca juga: Sebut Resiko Kerjanya Tinggi, Said Didu Usulkan Gaji Ngabalin Dinaikkan

Editor: Ramadhani