Jokowi Teken Inpres, Instruksikan Seluruh Elemen Pemerintahan Dukung BPJamsostek

BPJamsostek.
BPJamsostek. (Ist)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Implementasi program jaminan sosial ketenagakerjaan oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) kembali mendapat amunisi baru, setelah Presiden RI, Joko Widodo mengesahkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).

Inpres 2/2021 ini ditujukan kepada seluruh elemen pemerintahan, yakni 19 Menteri, Jaksa Agung, 3 Kepala Badan termasuk Ketua DJSN tingkat pusat, 34 Gubernur, 416 Bupati dan 98 Walikota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

baca juga: BPUM, Modal Bangkit Pedagang Bukittinggi Pasca Pandemi Covid-19

Presiden Jokowi menginstruksikan agar semua pihak mengambil langkah yang diperlukan sesuai tugas dan wewenang masing-masing dalam mendukung implementasi program Jamsostek, seperti membuat regulasi pendukung termasuk pengalokasian anggaran masing-masing.

Dalam inpres tersebut presiden menegaskan bahwa seluruh pekerja penerima upah, bukan penerima upah, Pekerja Migran Indonesia, serta pegawai pemerintah non aparatur sipil negara dan penyelenggara pemilu harus didaftarkan menjadi peserta BPJamsostek.

baca juga: Pembangunan Replika Surau Tuo di Lezatta Sudah Rampung, Anak-anak Bisa Belajar Tahfiz dengan Gratis

Sedangkan upaya penegakan kepatuhan kepada badan usaha atau pemberi kerja, termasuk menjatuhkan sanksi jika ada yang terbukti tidak patuh dalam mengimplementasikan program Jamsostek menjadi tugas Jaksa Agung yang juga termasuk sebagai pelaksana Inpres 2/2021 tersebut.

Presiden Jokowi secara khusus juga meminta Menko PMK untuk memberikan laporan pelaksanaan inpres secara berkala setiap 6 bulan.

baca juga: Fakultas Pariwisata UM Sumbar Gelar Masta Bagi Mahasiswa Baru

Menanggapi kebijakan tersebut, Kepala Kantor BPJamsostek Cabang Bukittinggi , Ocky Olivia mengingatkan kepada perusahaan-perusahan yang belum mendaftarkan para pekerjanya agar segera ikut dalam program jaminan pekerjanya.

"Dalam pekerjaan apapun semua berisiko pada tenaga kerja, sehingga dipandang perlu untuk melakukan perlindungan terhadap tenaga kerja. Meskipun demikian seluruh pekerja diharapkan tetap memperhatikan keselamatan kerja dan tetap mematuhi protokol kesehatannya," ujarnya. (*)

baca juga: Presiden Jokowi : Covid-19 Ini Tidak Mungkin Hilang Secara Total

Editor: Taufik Hidayat