Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Lepaskan Bibit Bilih di Danau Singkarak

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Anggia Erma Rini melepaskan bibit ikan bilih di Danau Singkarak
Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Anggia Erma Rini melepaskan bibit ikan bilih di Danau Singkarak (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Anggia Erma Rini melepaskan ribuan bibit ikan bilih di Danau Singkarak , Sabtu 10 April 2021.

Hal tersebut dilakukan dalam bentuk pemanfaatan Danau Singkarak sebagai sentral budidaya perikanan di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat.

baca juga: Awal 2020 Danau Singkarak Bersih dari Keramba dan Bagan

"Selain dikenal dengan potensi wisata danaunya selama ini, ke depan Danau Singkarak dengan area yang cukup luas ini harus dapat lebih memberikan kemanfaatan untuk masyarakat sekitar, caranya dengan menjadikannya sebagai sentral budidaya ikan-ikan lokal, tentu dengan tetap memperhatikan ekosistem serta pengendalian pencemaran lingkungannya," kata Anggia.

Ia mengharapkan pembudidayaan jenis ikan Bilih ini melibatkan para petani tambak di Kabupaten Solok serta warga sekitar danau untuk perawatan dan pemanfaatannya.

baca juga: Datangi DPRD Sumbar, Nelayan Danau Singkarak Keluhkan Soal Alat Tangkap

"Solok merupakan salah satu sentra unggulan untuk sektor pertanian, pembibitan ternak, serta budidaya aneka hasil perkebunan. Pemerintah perlu lebih aware pada daerah-daerah potensial seperti Solok ini, dan responsif terhadap aneka problem pertanian dan pembibitan yang ada. Komisi IV pasti mendukung penguatan riset dan pengkajian teknologi pertanian agar dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan kita," katanya.

Menurut politisi PKB itu, meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan harus dimulai dengan mengoptimalkan potensi teknologi serta memperluas sentra-sentra pembudidayaan di berbagai daerah.

baca juga: Wagub Sumbar : Danau Singkarak Jangan Seperti Danau Maninjau, Kenapa?

"Harus seiring dan seimbang antara riset, pemanfaatan teknologi, perluasan budidaya, menjaga ekosistem lingkungan, serta pengendalian dampak pencemaran yang mungkin terjadi. Tidak bisa ditinggal salah satunya. Semua penting dan berimplikasi signifikan terhadap ketahanan pangan kita di masa mendatang," tutupnya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Muhammad Haikal