Menengok Tradisi Balimau Masyarakat Ganting Kubang Sambut Ramadan

Prosesi balimau menyambut Ramadan 1442 Hijriah/2021 Masehi di Kampung Ganting Kubang-Pessel
Prosesi balimau menyambut Ramadan 1442 Hijriah/2021 Masehi di Kampung Ganting Kubang-Pessel ()

PESSEL, KLIKPOSITIF- Jelang memasuki bulan Ramadan 1442 Hijriah/ 2021 Masehi, sebagian masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat menggelar tradisi balimau, Senin 12 April 2021. Tidak terkecuali di Ganting Kubang, Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang.

Kepala Kampung Ganting Kubang, Andi Zulma menyampaikan, tradisi balimau adalah wujud kebersamaan masyarakat dan momen saling bermaafan menyambut Ramadan.

Menurut Kepala Kampung, meski prosesi yang dilaksanakan dengan seadanya, namun tradisi balimau saat itu tidak mengurangi makna sesungguhnya dalam menyambut bulan Ramadan.

"Tidak mengurangi makna, semoga acara balimau ini dapat mencegah hal-hal negatif, di tengah generasi muda kita. Karena balimau ini bukan, mandi-mandi di sungai secara bersama-sama, apalagi bukan muhrim," ungkap Kepala Kampung saat membuka prosesi balimau.

Tradisi Balimau di Ganting Kubang ini, selain dihadiri tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, juga diramaikan oleh sejumlah anak muda-mudi. Prosesi balimau ini dilaksanakan, seusai melaksanakan gotong royong.

Selain menyampaikan makna dari balimau, Kepala Kampung-pun berpesan pada masyarakat untuk saling menjaga kekhusyukan ibadah Ramadan. Karena Ramadan adalah momentum pengampunan dosa.

"Mari kita laksanakan Ramadan kita dengan khusuk, mari saling menghargai dan saling memaafkan," jelasnya.

Pantauan KLIKPOSITIF, tradisi balimau ini dilaksanakan sore hari tadi. Berkumpul di tempat terbuka, tampak sebagian emak-emak membawa ramuan balimau yang juga berisi buah-buahan dan sejumlah makanan yang disantap bersama.

Selain menyantap bawaan balimau yang dibawa emak-emak. Masyarakat yang dihadiri tokoh agama, adat dan masyarakat juga membasahi kepala dengan limau terdiri dari akar kayu dan wewangian yang ada dalam hantaran atau bawaan yang dibawa emak-emak.

Baca Juga

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Rezka Delpiera