Dorong Pariwisata, Pemko Padang Panjang Berencana Bangun Muusem Kereta Api

Walikota Padang Panjang Fadly Amran Jalin Komunikasi dengan Menteri BUMN  untuk mendapatkan izin pemanfaatan Stasiun Kereta Api Sebagai objek wisata
Walikota Padang Panjang Fadly Amran Jalin Komunikasi dengan Menteri BUMN untuk mendapatkan izin pemanfaatan Stasiun Kereta Api Sebagai objek wisata (DirgaR)

PADANG PANJANG , KLIKPOSITIF - Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran, menemui Menteri BUMN, untuk mendapatkan izin atas pemanfaatan aset PT KAI di Kelurahan Pasar Usang, Padang Panjang Barat.

Pengembangan Lokasi Stasiun kereta Api milik PT KAI tersebut, salah satu strategi pembangunan ekonomi di Kota Padang Panjang , yang tengah dirancang Pemerintah Kota (Pemko).

baca juga: Sekjen Gerindra Nyatakan Siap Dukung Normalisasi Batang Tapan Pessel

Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran, mengatakan saat ini pemerintah daerah telah menjalin komunikasi intens dengan Menteri BUMN Erick Thohir, untuk dapat izin pengembangan Stasiun Kereta Api Padang Panjang (SKAPP).

Permintaan izin pemanfaatan aset PT KAI (Kereta Api Indonesia) melalui Kementerian BUMN ini dilakukan karena sejumlah asetnya memiliki potensi sebagai destinasi wisata .

baca juga: Bantu Ketersedian Pangan di Rahul Tapan, Bupati Pessel Kirim 10 Ton Beras Untuk Korban Banjir

"Rencananya akan dibangun museum kereta api sebagai bagian pengembangan kawasan wisata alam dan sejarah perkeretaapian Padang Panjang ," ujar Fadly dalam pertemuan yang difasilitasi anggota Komisi VI DPR RI asal Sumbar , H. Andre Rosiade, SE di Kantor Kementerian BUMN, baru baru ini.

Pada kesempatan itu Fadly memaparkan rencana induk pengembangan SKAPP ini yang dibagi menjadi empat area. Area A yang meliputi kawasan Stasiun KA PT.KAI hingga Jembatan Tinggi, dikembangkan berupa museum dan taman teknologi kereta api bergigi, diorama dan multimedia sejarah kereta api, Gerbong KA untuk counter aneka kuliner, counter cinderamata, counter informasi pariwisata.

baca juga: Wagub Sumbar Minta Petugas Perbatasan Tegas Cegat Pemudik

"Untuk Area B dan C yang meliputi kawasan Rumah Dinas PT.KAI, disulap menjadi premium guest house, premium caf dan restaurant, galeri songket sulaman cinderamata Minangkabau, gedung pertemuan/pameran. Di Area D di Monumen Korban Kecelakaan KA, dijadikan Taman Monumen Makam,"terang Fadly.

Asumsi nilai investasi untuk pengembangan kawasan ini, tambah Fadly, senilai Rp 3 miliar. Prinsip pengelolaannya dilakukan secara komprehensif, sehingga memberi keuntungan optimal secara ekonomi bagi masyarakat. Sekaligus perlindungan yang berkelanjutan terhadap situs warisan dunia.

baca juga: Besok, Mensos Tri Rismaharini Dikabarkan Kunjungi Korban Longsor di Solsel

"SKAPP sudah ditetapkan sebagai warisan budaya UNESCO bagian Ombilin Coal Mining Heritage (OMCH) pada zona B yang berisi fasilitas dan infrastruktur perkeretaapian. SKAPP ini juga masuk dalam rencana induk pembangunan kepariwisataan (Rippar) Padang Panjang 2020-2025 sebagai kawasan strategis pariwisata kota (KSPK)," sebut Fadly.

Sementara itu, Menteri Erick Thohir berkomitmen untuk membantu program-program percepatan pembangunan daerah di Sumatera Barat, termasuk Kota Padang Panjang .

Sehingga pemerataan pembangunan yang direncanakan Presiden Joko Widodo, bisa terealisasi dengan baik dan berdampak pada kesejahteraan rakyat "Percepatan pembangunan satu hal terpenting untuk dapat dipertimbangkan sehingga percepatan pembangunan daerah dapat terlaksana. Kita berkomitmen untuk mendukung daerah untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat, " ungkap Erick Thohir.

Penulis: Dirga Rahmat | Editor: Ramadhani