Andre Rosiade dan 9 Kepala Daerah di Sumbar Tindak Lanjuti Program ke Kementerian Perdagangan RI

Sembilan kepala daerah di Sumbar melakukan pertemuan dengan Dirjen PND Kemendag Syailendra.
Sembilan kepala daerah di Sumbar melakukan pertemuan dengan Dirjen PND Kemendag Syailendra. (Ist)

JARAKARTA, KLIKPOSITIF - Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade , terus memfasilitasi kepala daerah di Sumbar untuk melakukan pertemuan dengan kementerian dalam hal percepatan pembangunan di Sumbar .

Rabu (14/4/2021) siang, Andre Rosiade memfasilitasi 9 kepala daerah di Sumbar untuk bertemu dengan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan ( Kemendag ) Syailendra.

baca juga: Andre Rosiade Tolak Kerja Sama Freeport dengan Smelter China

Kepala daerah itu terdiri dari Walikota Bukittinggi Erman Safar, Walikota Sawahlunto Deri Asta, Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, dan Walikota Pariaman Genius Umar.

Kemudian, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Wakil Walikota Padang Panjang Asrul, Walikota Solok Zul Elfian Umar, serta Bupati Agam Andri Warman.

baca juga: Sekjen Gerindra Nyatakan Siap Dukung Normalisasi Batang Tapan Pessel

Selain 9 kepala daerah , pertemuan dengan Dirjen PDN Kemendag yang berlangsung di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta itu, juga dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sumbar Irwan Afriadi.

Dalam pertemuan tersebut Andre menjelaskan, saat ini kolaborasi antara pemerintah pusat dengan kepala daerah untuk membangun sektor perekonomian pada bidang perdagangan di Sumbar sangat dibutuhkan.

baca juga: Andre Rosiade Salurkan Sembako di Kampung Kalawi Kuranji

"Alhamdulillah, hari ini kami bersama 9 kepala daerah di Sumbar bertemu dengan Pak Dirjen Perdagangan Dalam Negeri. Kami ingin ada kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan di Sumbar ," kata Andre dalam keterangan tertulis, Rabu (14/4/2021).

Andre yang juga merupakan Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu menjelaskan, pertemuan ini dalam rangka percepatan pembangunan di Sumbar serta peningkatan kualitas pasar sebagai pusat perekonomian masyarakat dapat terealisasi dengan baik.

baca juga: Bantu Ketersedian Pangan di Rahul Tapan, Bupati Pessel Kirim 10 Ton Beras Untuk Korban Banjir

"Sehingga program percepatan pembangunan yang selama ini diharapkan oleh Presiden Joko Widodo bisa berjalan dengan baik di Indonesia terutama di Sumatera Barat," ungkap anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra ini.

Dalam kesempatan tersebut, para kepala daerah juga menyampaikan aspirasinya. Seperti Kabupaten Sawahlunto yang menginginkan adanya revitalisasi pasar dan bedah warung, Kota Bukittinggi yang mengharapkan adanya revitalisasi Pasar Bawah.

Kemudian Kota Solok, mengharapkan adanya revitalisasi program perbaikan warung-warung kecil untuk rakyat, Kota Padang Panjang juga mengharapkan adanya revitalisasi pasar.

Sedangkan Kabupaten Agam, mengharapkan adanya pasar modern, Kabupaten Padang Pariaman menginginkan adanya pasar rakyat modern di ibu kota kabupaten yang baru.

Lalu Kabupaten Sijunjung, mengharapkan adanya bantuan revitalisasi pasar impres di ibu kota kabupaten dan pembangunan gedung Sistem Resi Gudang (SRG) untuk mengelola hasil tanaman padi.

Selanjutnya Kabupaten Tanah Datar, menginginkan adanya bantuan pemerintah pusat dalam pembangunan pasar sentra di Batusangkar, yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Tanah Datar.

Dalam kesempatan tersebut, Syailendra selaku Dirjen PDN Kemendag , mengapresiasi atas kehadiran para kepala daerah di Sumbar yang difasilitasi oleh Anggota DPR RI Andre Rosiade .

"Saya sangat mengapresiasi dan menyambut baik kehadiran bapak-bapak semua yang difasilitasi oleh sahabat saya Bapak Andre Rosiade . Kita akan bantu semampu kita," ungkapnya.

Syailendra menyebut, pihaknya sangat mendukung program pembangunan pemerintah, terutama dalam memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya di Sumbar .

"Namun berhubung dengan adanya pandemi COVID-19 ini dan adanya recofusing atau pengalihan anggaran untuk COVID-19, maka sebaiknya usulan program bapak-bapak sekalian dimasukan kedalam sistem kami dalam bentuk proposal.

"Sehingga program pembangunan yang diusulkan dapat terdata dengan baik, serta dapat terealisasikan dengan mekanisme yang berlaku," pungkas Syailendra.(*)

Editor: Riki