Budidaya Lele Menggunakan Wadah Permanen Lebih Menjanjikan

Safnil sedang di kolam lele
Safnil sedang di kolam lele (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Saat Matahari berangsur naik, Safnil (40) mulai menebar pelet ke dalam kolam yang berisi ribuan lele siap panen. Besok rencananya ayah dua anak ini akan panen beberapa kolam, karena memang sudah memasuki usia panen.

"Duduklah dulu, bulan puasa bersepada juga?. Lele ini tidak puasa, makan dua kali sehari," candanya saat disambangi KLIKPOSITIF di Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang , Rabu, 14 April 2021.

baca juga: Lokasi Wisata di Zona Merah dan Orange Harus Tutup Saat Libur Lebaran, Ini Tanggapan Wali Kota Padang

Walaupun bekerja pada pemilik lele , tapi dia tahu secara detail budaya lele . Sebab dari bibit hingga panen lele bersamanya. Budidaya di tempat dia bekerja menggunakan kolam bundar permanen yang terbuat dari semen.

Ada sebanyak 16 kolam dengan diameter 2 meter yang dikelola Safnil, tiap pagi dia berangkat dari rumahnya di Pasir Jambak, Kecamatan Koto Tangah ke Kurao Pagang untuk memberi makan ribuan lele .

baca juga: Jasa Penukaran Uang di Pinggir Jalan Lesu Jelang Lebaran

Menurutnya, memakai wadah permanen dari semen lebih menguntungkan daripada memakai terpal dan bahan lainnya. Dalam satu kolam bisa menampung 1000 ekor lele dengan lama waktu panen antara 3 hingga 4 bulan.

"Kapasitasnya memang tidak terlalu banyak, tapi angka kematian sangat rendah. Tiga bulan bisa langsung panen dengan harga jual Rp 18.000 perkilogram," terangnya.

baca juga: Pesanan Mulai Meningkat, Pembuat Keranjang Parsel Kembali Bernapas Lega

Dia menjelaskan, salah satu keunggulan memakai permanen tidak repot gonta-ganti wadah. Apalagi budidaya tempatnya bekerja telah dilengkapi dengan saluran air yang digunakan untuk mengganti air dalam kolam. Kemudian kolam diatap dengan atap transparan agar lele dapat cahaya matahari.

"Kalau terpal kan ada masanya bocor dan harus diganti. Kalau ini tahan lama," ungkapnya. (*)

baca juga: YBM PLN Sumbar - DD Singgalang Berbagi Paket Sembako di Padang

Editor: Joni Abdul Kasir