Ketum LLI Sumbar: Lansia Tak Sanggup Pausa Bayar Fidyah

Ketum LLI Sumbar Ali Asmar
Ketum LLI Sumbar Ali Asmar (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Bulan Ramadan adalah bulan yang dinantikan seluruh umat Islam yang beriman. Di bulan ini semua berpacu memperbanyak amalan baik pada siang, maupun malam-malam Ramadhan.

Tapi bagaimana bagi lansia ? Hal ini mendapat perhatian sekali oleh Ketua Umum Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Sumatera Barat. Dr. H. Ali Asmar, M.Pd. Tidak semua lansia yang dapat berpuasa.

baca juga: Ingat, Ini Keutamaan Melaksanakan Puasa Sunah

" Lansia yang tak memiliki keluhan penyakit dan masih merasa sanggup sangat diperbolehkan menjalankan ibadah puasa ," ujar mantan Sekdaprov Sumbar tersebut.

Ketum LLI Sumbar mengungkapkan bahwa sejumlah sumber menyebut, lansia yang berpuasa dengan tetap mengonsumsi menu sehat dapat meningkatkan harapan hidup. Harapan hidup menjadli lebih tinggi. Namun, kata Ali Asmar, berbeda kondisinya pada lansia yang memiliki tubuh sangat kurus disertai dengan riwayat penyakit kronis. Kelompok ini sangat disarankan untuk tidak puasa .

baca juga: Muhadjir Effendy: Songsong Generasi Indonesia Emas 2045, Akses dan Partisipasi di Dunia Digital Juga Penting Bagi lanjut Usia

Termasuk lansia dengan problem penyakit diabetes, hipertensi, tiroid atau penyakit degeneratif lainnya. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi kesehatan mereka sebelum melakukan puasa .

"Dengan kontrol dan pengawasan dari dokter diharapkan lansia dapat berpuasa dengan aman tanpa membahayakan keselamatan dirinya," ungkapnya.

baca juga: Tahun 2024 Diperkirakan Ada 12,6 Juta Jiwa Lansia di Indonesia, Pemerintah Perkuat Implementasi Jaminan Sosial

Ditegaskan oleh Ali Asmar perihal dehidrasi yang mungkin terjadi pada lansia . Katanya, dehidrasi adalah salah satu masalah paling serius dihadapi lansia . Selain itu, mereka mungkin lebih sering mengeluhkan sakit kepala, terutama selama hari-hari pertama puasa .

Ini wajar karena menurunnya kadar gula darah tubuh. Gejala ini seiring menghilang ketika tubuh sudah beradaptasi dengan puasa .

baca juga: 9 dan 10 Muharram, Ini Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura Serta Niatnya

"Inilah pentingnya berkonsultasi dengan dokter terkait kesehatan diri dengan puasa . Harus cermat membedakan antara sakit kepala akibat penyakit ataukah akibat dari puasa ," ujarnya.

Penting diingat oleh para lansia adalah hendaklah sahur, perbanyak minum air putih, perbanyak makan sayur dan buah, perbanyak makan protein, tidur dan istirahat yang cukup, tetap aktif bergerak, tidak makan berlebihan dan rutin cek kesehatan terutama gula darah dan tensi.

Bayar Fidyah

Ali Asmar menghimbau, para lansia yang tidak puasa , maka ada kewajiban untuk mengganti puasanya dengan membayar fidyah, seperti yang termaktub dalam surat Al Baqarah ayat 184: "...Wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya."

Para guru atau ustadz berpendapat bawah Ibnu Abbas RA dalam riwayatnya mengatakan, yang dimaksud dalam ayat tersebut orang tua laki-laki dan perempuan yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa , maka ia harus memberikan makan orang miskin setiap harinya.

Bagaimana cara membayar fidyah, Ali Asmar menyarankan untuk mengkonsultasikannya dengan para ustadz atau guru agama di lingkungan masing-masing. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir