BNPB Bantu Sumbar Senilai 1,5 Miliyar, Bantuan Berupa Rapid Tes Antigen, Masker dan Hand Sanitizer

Kepala BNPB Doni Monardo saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah
Kepala BNPB Doni Monardo saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Doni Monardo menyerahkan bantuan bagi tenaga medis senilai Rp.1.594.620.000 kepada Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumatera Barat (Sumbar).

Bantuan itu berupa Rapid test Antigen 15.000, kemudian masker kain 20.000 pcs, masker medis 20.000 pcs, Hand sanitizer 750 jerigen dan masker kain anak-anak 10.000 pcs, serta masker medis anak 10.000 pcs.

baca juga: Mahyeldi Minta Muzakki Bayarkan Zakat Kepada Orang Dekat dari Tempat Tinggal

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala BNPB Doni Monardo kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat menghadiri acara rapat kerja penanganan covid-19 dan mitigasi bencana di Sumatera Barat bertempat di Kantor Bupati Pessel, Kamis, (15/4).

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan dukungan BNPB kepada provinsi dalam penanganan dan memerangi Covid-19.

baca juga: Wagub Sumbar Akhiri Safari Ramadan di Pesisir Selatan

"Pemerintah pusat dan pemerintah daerah mesti terus bahu-membahu untuk membantu masyarakat serta tenaga medis dalam mencegah penyebaran Covid-19 di seluruh Indonesia," pintanya.

Selain itu terkait mitigasi bencana di Sumbar khususnya di kabupaten pesisir selatan Doni Monardo memimta pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Seperti angin puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, dan banjir, tanah longsor, banjir bandang, gelombang angin kencang, pohon tumbang maupun jalan licin.

baca juga: Wagub Sumbar Minta Petugas Perbatasan Tegas Cegat Pemudik

"Jadi ke siapsiagaan bencana perangkat daerah itu betul-betul maksimal dengan mengikuti informasi dari BMKG terkait dengan masalah ancaman yang terjadi, sesuai siklon tropis, termasuk informasi pakar-pakar gempa dan tsunami yang perlu di pahami yang akan menjadi esensinya," ungkap Doni.

Kemudian Doni menghimbauan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota terhadap mitigasi menghadapi gempa dan tsunami dengan melakukan menanam vegetasi di sepanjang pesisir pantai Sumatera Barat dengan jenis tanaman vegetasi yang tepat dan cocok.

baca juga: Gubernur Sumbar Periksa Kendaraan Dinas: Sopir Bakal Tes Urine

"Tanaman yang dimaksudkan punya akar yang kuat dan usianya mencapai ratusan tahun salah satunya pohon pinago, pohon pulai, beringin, ketapang dan cemara udang. Kalau ini dilakukan dari sekarang kita berarti sudah menyiapkan perlindungan bagi generasi yang akan datang," ujarnya.

Selanjutnya Pemerintah pusat melalui BNPB harus mengurusi 514 kabupaten dan kota jadi kedepan kita harapkan tidak bisa semuanya tergantung pada pemerintah pusat. Kita harapkan daerah juga memiliki kemampuan mengalokasikan dana demi menyiapkan infrastruktur termasuk alat perlengkapan dalam rangka perlindungan pada masyarakat .

"Karena pelayanan publik yang baik adalah ketika negara dan pemerintah hadir untuk membantu dan menyelamatkan jiwa masyarakatnya ," tutur Doni.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengucapkan terima kasih kepada BNPB beserta rombongan yang penuh perhatian dengan bantuan yang diberikan sebagai bentuk rasa peduli terhadap bencana -bencana di Sumbar. Terutama upaya dalam pengendalian covid-19 ini di Sumbar harus lebih baik dan meningkat.

"Mudah-mudahan dengan bantuan dan kehadiran BNPB dan rombongan dapat memberikan masukan-masukan yang bermanfaat untuk membuat langkah-langkah terbaik pemerintah daerah dalam menghadapi bencana di Sumbar," turur Mahyeldi.

Editor: Joni Abdul Kasir