Tinjau Gudang Jagung, Ini yang Menjadi Sorotan Wabup Pasbar

Wakil Bupati Pasaman Barat, Risnawanto saat meninjau Gudang Jagung milik pemerintah
Wakil Bupati Pasaman Barat, Risnawanto saat meninjau Gudang Jagung milik pemerintah (Irfansyah Pasaribu)
PASBAR , KLIKPOSITIF

- Wakil Bupati Pasaman Barat , Risnawanto menginginkan perbaikan terhadap Gudang Jagung dan sejumlah peralatan di gudang tersebut.

Hal itu ditegaskannya saat meninjau Gudang Jagung milik pemerintah yang berada di Jalan KKN, Jorong Kampung Cubadak, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Jumat (16/4/2021).

baca juga: Tiga Napi Melarikan Diri dari Lapas Kelas III Talu Pasbar, Ini Cara Mereka Kabur

"Hasil peninjauan kita hari ini di lapangan, melihat kondisi kantor penjagaan, gudang jagung serta pengeringan jagung perlu dilakukan perbaikan," sebutnya kepada wartawan.

"Kita tidak ingin gudang ini terbengkalai begitu lama. Kedepan Kita akan perbaiki ini semua pada anggaran perubahan 2021," sambung Risnawanto.

baca juga: Gabungan Organisasi Kepemudaan Santuni 70 Orang Anak Yatim di Nagari Kajai Pasbar

Menurutnya setelah diperbaiki gudang jagung tersebut diharapakan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Baik dengan cara bekerja sama dengan pihak ketika (investor) ataupun dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

"Semoga setelah gudang ini diperbaiki, ini bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga bisa meningkatkan harga jagung masyarakat," katanya.

baca juga: "Tagak Tampughuang" Tradisi Menyambut Malam 27 Ramadan di Kampung Maligi Pasbar

Ia mengungkapkan untuk menangani hal tersebut, Risnawanto meminta Dinas Koperindag didaerah itu untuk menindaklanjuti hasil peninjauan yang ia lakukan, baik berupa perbaikan, maupun melihat peluang yang ada.

Disamping itu Risnawanto juga sangat menyesalkan melihat tumpukan puluhan hand traktor yang sudah berkarat dan bertahun-tahun tidak dipergunakan.

baca juga: Cek Pengamanan Lebaran, Kapolda Sumbar: Selalu Patuhi Prokes

Kata dia, alat pertanian tersebut merupakan bantuan dari anggota DPR RI beberapa tahun lalu dengan jumlah yang cukup banyak. Karena adanya kesalahan teknis, alat pertanian tersebut tidak bisa dibagikan kepada masyarakat.

"Kita minta kepada Dinas Pertanian untuk melihat peluang dan regulasinya hingga hand traktor ini bisa dibagikan kepada kelompok tani, dari pada terlantar saja dan berkarat," katanya.

"Saya berikan waktu satu minggu kepada dinas terkait untuk mencari regulasi ini. Sehingga ini bisa dimanfaatkan dengan cara dibagikan kepada masyarakat," tegasnya mengakhiri.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi