Penerima BST di Kota Padang Berkurang, Ini Penjelasan Dinsos

ilustrasi (Seorang penerima BST tahap 10 mengambil bantuan di PT POS Indonesia di Jalan Bagindo Azis Chan)
ilustrasi (Seorang penerima BST tahap 10 mengambil bantuan di PT POS Indonesia di Jalan Bagindo Azis Chan) (Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF - Berkurangnya jumlah penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap 12 dan 13 untuk Kota Padang diduga karena tidak validnya data yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

"Ya, memang ada pengurangan sekitar 2.712 penerima untuk tahap 12 dan 13 di Kota Padang ," kata Kepala Dinas Sosial Kota Padang Afriadi.

baca juga: Pemerintah Berencana Pindahkan Lokasi Tes CPNS Padang 2021 dari Kampus UPI ke Balai Kota, Ini Alasannya

Ia mengatakan, berkurangnya angka penerima manfaat BST tersebut disebabkan ketidakvalidan data di Disdukcapil Kota Padang .

"Untuk itu, kami akan menanyakan hal tersebut kepada Kementrian Sosial, sehingga diupayakan ribuan penerima kembali mendapatkan bantuan," lanjutnya.

baca juga: Lokasi Wisata di Padang Masih Tutup, Ini Imbauan Bagi Warga Luar Kota Padang

Menurutnya, selain permasalahan ketidakvalidan data, terjadinya pengurangan penerima BST yang cukup signifikan itu juga karena beberapa hal lainnya.

"Ada banyak hal juga, misalnya saja penerima yang pindah keluar kota, penerima sudah meninggal dunia dan penerima yang tidak lagi dinilai layak mendapatkan bantuan," lanjutnya.

baca juga: Gubernur Sumbar Sebut Bansos Bisa Tingkatkan Imun Masyarakat

Ia mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia agar ke depannya tidak terjadi lagi pengurangan penerima BST untuk Kota Padang .

Sebelumnya, Kepala Kantor Pos Kota Padang Sartono mengatakan, pihaknya telah menyalurkan kembali BST tahap 12 dan 13 pada 10 hingga 14 April lalu.

baca juga: Prodi Teknik Mesin UBH, Lahirkan Lulusan Profesional dan Mandiri

Dari 17 ribu lebih penerima BST pada tahap sebelumnya, saat ini hanya tersisa 14.725 orang dari sebelas kecamatan yang ada di Kota Bengkuang itu.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Rezka Delpiera