Tanam Puluhan Batang Ganja di Belakang Rumah, Suhu di Pasbar Dibekuk Polisi

Barang bukti yang disita Polisi dari tangan tersangka Suhu
Barang bukti yang disita Polisi dari tangan tersangka Suhu (Polres Pasbar)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Suhu (40) seorang petani di Plasma III, Jorong Bukit Nilam Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar ), Sumatera Barat diamankan polisi.

Kepala Polisi Resor Pasaman Barat , AKBP Sugeng Hariyadi melalui Kasubag Humas, AKP Defrizal mengatakan tersangka dibekuk Senin (19/4/2021) sekira pukul 16.30 WIB.

baca juga: Arak Obor dengan Jalan Kaki, Warga Nagari Kapa Pasbar Takbiran Sambutan Lebaran

"Dari tangan tersangka petugas mengamankan puluhan tanaman ganja dan beberapa paket sabu," sebutnya Senin malam di Simpang Empat kepada wartawan.

Ia menjelaskan penangkapan berdasarkan informasi masyarakat, bahwa ada tanaman ganja yang ditanam di dalam polibag di belakang rumah milik warga di Plasma III, Jorong Bukit Nilam.

baca juga: Tiga Napi Melarikan Diri dari Lapas Kelas III Talu Pasbar, Ini Cara Mereka Kabur

"Anggota Satuan Resnarkoba Polres Pasaman Barat yang dipimpin oleh Kasat Resnarkoba Iptu Eri Yanto langsung meluncur ke lokasi dan terbukti ditemukan," jelasnya.

Dari kawasan rumah tersangka ditemukan barang bukti yakni 23 batang yang diduga tanaman ganja yang ditanam di dalam polibek warna hitam, serta 5 batang yang juga diduga tanaman ganja .

baca juga: Gabungan Organisasi Kepemudaan Santuni 70 Orang Anak Yatim di Nagari Kajai Pasbar

Selain itu, ditemukan juga 4 paket kecil narkotika jenis sabu yang dibungkus mengunakan plastik warna bening, 1 set alat hisap sabu (bong) dan 1 unit telepon selular merek Realme warna biru.

Lanjut Defrizal, akibat perbuatan tersangka, dirinya terjerat Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 111 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika .

baca juga: "Tagak Tampughuang" Tradisi Menyambut Malam 27 Ramadan di Kampung Maligi Pasbar

"Saat ini pelaku dan barang bukti telah kita amankan di Mako Polres Pasaman Barat untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut," tutupnya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi