Warsito, Mantan Ajudan Soekarno yang Kini Gantungkan Hidup dengan Sepeda Tua Untuk Mencari Nafkah

KLIKPOSITIF - Sebuah video beredar di jejaring media sosial menampilkan sosok penjual kopi seduh keliling di Jakarta.

Sosok tersebut merupakan seorang kakek bernama Warsito. Ia merupakan seorang mantan pengawal Presiden Soekarno pada masanya.

baca juga: Bipang Ambawang Sebagai Kuliner Lebaran, Fadli Zon: Daripada Harus Berkilat Lidah, Sebaiknya Minta Maaf

Video tentang sosok kakek Warsito ini dibagikan oleh akun Youtube Amy Abadi.

Kakek Warsito lahir di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Ia lahir tahun 1935.

baca juga: Denny Siregar: Emang Kenapa Kalau Jokowi Promosi Bipang?

Ia sudah sejak SMP merantau ke Jakarta untuk ikut kakak kandung.

Saat diwawancara, ia bercerita bahwa dulu ia bekerja ikut kakak kandungnya dan menginap di rumah dinasi Wakil Presiden Bung Hatta .

baca juga: Hotman Paris Bersama Nikita Mirzani Rambah Bisnis Kuliner, Kucurkan Saham ke Restoran Ternama Ini

"Iya habis itu saya bekerja di istana dan diangkat menjadi polisi menjadi pengawal pribadi Presiden Soekarno ," tuturnya, dikutip Beritahits.id.

Dirinya bercerita pada saat itu ia menjadi pengawal presiden yang berada di paling akhir.

baca juga: Mengejutkan, Kabar dari Umi Pipik yang Dipoligami

"Kemana-mana saya ada di belakang (presiden)," ujarnya.

Berdasarkan cerita Warsito, ia bekerja menjadi pengawal Soekarno selama 13 tahun.

"Wah lama ya, dari tahun 1954 sampai 1967," jelasnya.

Dirinya bercerita, ia bisa diangkat menjadi polisi lantaran bisa mengerjakan apa saja seperti administrasi hingga mengendarai mobil.

Selain sebagai pengawal, Warsito juga sempat bekerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebab, gaji yang ia terima pada saat menjadi pengawal presiden hanya Rp 350.

Warsito sempat menjadi tukang parkir di lapangan Ikada (Monas).

"Dulu saya itu pakai seragam kalau sekarang Brimob lah. Dulu juga saya sambil jaga parkir di Lapangan Ikada karena gaji saya itu kecil Rp 350 perak," ujarnya.

Dalam video itu, Warsito juga memberikan bukti akta kelahiran anaknya dan bukti bahwa ia pernah menjadi pengawal pribadi presiden.

Tertera dalam surat tersebut pangkat Warsito yaitu Inspektur Satu Satgas Pomad (Polisi Militer Angkatan Darat).

Sayangnya, saat ini Warsito tidak bisa mengurus masa pensiunnya lantaran surat-surat pengabdiannya hanyut terbawa banjir.

Dalam video tersebut, kakek Warsito tampak memakai masker dan peci.

Ia mengaku lebih senang untuk mencari nafkah seorang diri dan tidak ingin membebani anak-anaknya.

Kini, Warsito menggantungkan kehidupannya dengan sebuah sepeda tua yang ia gunakan untuk mengais rezeki.

Editor: Eko Fajri