Safari Ramadan, Wako Solok : Mari Gerakkan BMT Untuk Ekonomi Umat

Wako Solok, H. Zul Elfian mengajak jemaah masjid bentuk BMT untuk pengembangan ekonomi jemaah
Wako Solok, H. Zul Elfian mengajak jemaah masjid bentuk BMT untuk pengembangan ekonomi jemaah (Prokomp)

Solok kota, KLIKPOSITIF - Wali Kota Solok , H. Zul Elfian Umar melaksanakan salat tarwih bersama jemaah masjid Raudhatul Jannah di kelurahan Pasir Pandan Air Mati (PPA), Senin (19/4/2021).

Kunjungan sekaligus salat berjamaah tersebut merupakan bagian dari Safari Ramadan yang dilakukan oleh pemerintah kota Solok dalam rangka menyambung silaturahmi dengan masyarakat.

baca juga: Kasus Covid-19 Kota Solok Bertambah Sembilan, Enam Diantaranya Kontak Erat

"Safari Ramadan merupakan momen untuk bersilaturahmi dengan masyarakat dan sekaligus mendengarkan berbagai keluhan dan aspirasi masyarakat soal persoalan pembangunan dan lainnya," ungkap Wako Solok .

Dalam kesempatan itu, Wako Solok mengajak pengurus masjid Raudhatul Jannah untuk mengaktifkan dan memaksimalkan program Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) untuk membantu pengembangan ekonomi umat.

baca juga: Kelurahan Berprestasi Sumbar 2021, Tanjung Paku Wakili Kota Solok

BMT merupakan salah satu lembaga keuangan mikro berbasis masjid yang dilakukan oleh Pemerintah kota Solok sejak tahun 2008 silam. Program itu digagas Wako Solok H. Zul Elfian yang saat itu masih menjabat asisten.

Dikatakannya, masjid tidak hanya menjadi sarana untuk beribadah bagi umat Islam dan wadah pendidikan keagamaan di kota Solok, akan tetapi juga bisa menjadi basis dalam penguatan ekonomi umat.

baca juga: Wako Solok : Koperasi Kekuatan Ekonomi Ditengah Pandemi

"Alhamdulillah, program BMT sudah berjalan di kota Solok dan terus berkembang. Ini perlu diperkuat sehingga memang menjelma menjadi pondasi dalam penguatan ekonomi umat," tuturnya.

Untuk penguatan program tersebut, Wako dan Wawako Solok, H. Zul Elfian dan Ramadhani Kirana Putra memilih untuk tidak membeli mobil dinas (Mobnas) baru demi menghemat anggaran daerah untuk pengembangan program BMT.

baca juga: Pemko Solok Data Masyarakat Yang Belum Masuk JKN

Dengan tidak membeli kendaraan dinas baru, setidaknya menghemat anggaran pemerintah daerah sebesar 1,5 miliar. Dana itu, bisa digunakan untuk penguatan ekonomi masyarakat melalui lembaga keuangan syariah yang ada.

Editor: Syafriadi