Sandiaga Uno Kalaborasikan Tiga Basis Wisata Terpadu Sukseskan KEK Mandeh Pessel

Sandiaga Uno saat didampingi, Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, Wagub Sumbar Audy Joinaldy dan Anggota DPR RI Andre Rosiade
Sandiaga Uno saat didampingi, Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, Wagub Sumbar Audy Joinaldy dan Anggota DPR RI Andre Rosiade (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menyatakan siap, untuk menyukseskan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandeh di Bukit Ame Tarusan untuk kemajuan wisata di Pesisir Selatan.

Sandiaga Uno mengaku, bakal memajukan KEK di Mandeh dengan tiga basis terpadu, di antara alam, bahari dan juga budaya. Menurutnya, itu akan dikolaborasikan dalam mewujudkan KEK di Mandeh .

baca juga: Bupati Pessel Bertemu Dua Dirjen Dalam Sehari, Ini Program yang Dibahas

"Nantinya, kita akan sukseskan program KEK Mandeh dalam kemajuan wisata yang berbasis alam, bahari dan juga berbasis budaya," ungkapnya sela diwawancara wartawan di Pantai Carocok Painan, Jumat 23 April 2021.

KEK Mandeh dirancang, setelah Presiden RI Jokowi menetapkan Mandeh menjadi kawasan wisata bahari terpadu di Pessel pada 2015 lalu. Jokowi mengarahkan agar wisata Mandeh didukung dengan KEK sebagai kawasan strategis wisata .

baca juga: Cabuli Gadis Keterbelakangan Mental, Pria Air Pura Pessel Ditangkap

Dalam hal itu pemerintah daerah mengajukan permohonan KEK Mandeh ke Menteri Pariwisata pada 2017 dengan nilai investasi 5 triliun, namun sampai kini belum terealisasi.

Kendati demikian, kata Menteri Sandiaga, untuk mewujudkan semua itu tentu butuh kolaborasi dengan beberapa pihak. Terutama, dari pemerintah daerah, provinsi dan DPR RI yang berada di pusat.

baca juga: PLN Sumbar Dukung Pelestarian Ekosistem dan Konservasi Penyu Bersama LPPL Amping Parak

"Ya, kita sudah berbincang-bincang tadi dengan bapak Andre Rosiade yang ikut hadir hari ini. Kita butuh kolaborasi mulai dari bawah sampai ke pusat," tutur Sandi menjawab beberapa poin pertanyaan awak media.

Selain itu menurutnya, perlu juga kembali dijalankan program-program pengembangan kawasan wisata yang tertunda seperti, rumah-rumah homestay dan kampung wisata dan perkembangan lainnya yang ada di daerah.

baca juga: Pemko Pariaman Belajar Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah ke Walikota Medan

"Jadi, kita perlu memetakan beberapa kawasan strategis dan persiapan kawasan wisata dalam menunjang kawasan wisata Pesisir Selatan, yang lebih mendunia dengan keindahan alamnya, pantai dan kekayaan budaya yang dimiliki Pessel ," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar mengatakan, dalam perkembangan dan kemajuan wisata di Pessel , ada harapan yang besar daerah dan masyarakat yang belum dapat terwujudkan hingga kini, yaitu program KEK Mandeh yang telah dicanangkan sejak lama.

"Sejak dibukanya jalan Mandeh melalui instruksi bapak Presiden RI Jokowi yang datang pada 2015 lalu. Akses jalan yang dulu hanya bisa ditempuh menggunakan perahu kini sudah bisa dilewati dengan transportasi darat yang bagus, "kata Bupati Pessel Rusma Yul Anwar.

Namun, tambah Bupati, dengan akses jalan yang sudah bagus untuk perkembangan kawasan wisata mandeh , butuh beberapa program dan dukungan pemerintah pusat dalam kemajuan wisata mandeh .

Salah satunya seperti perkembangan dan kemajuan wisata melalui KEK Mandeh dan untuk itu pemerintah daerah bersama masyarakat telah menyiapkan lahan seluas 420 hektar untuk dikembangkan sektor swasta melalui KEK Pariwisata.

"Dan kita juga telah menyiapkan beberapa dokumen penting juga sudah diselesaikan seperti Masterplan, Amdal dan pernyataan kesediaan membebaskan lahan dari masyarakat pemilik lahan,"sebutnya.

Dari beberapa persiapan tersebut, lanjut Bupati, hingga kini untuk KEK Mandeh belum juga mendapatkan calon pengusul dari pihak swasta yang ingin berinvestasi.

"Untuk itu, mohon bantuan Bapak Menteri dapat memfasilitasi pembangunan KEK Pariwisata Bukit Ameh Mandeh kedepan dan membantu kita memfasilitasi ke investor yang bergelut dalam bidang pariwisata," harapnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Ramadhani