Pengawasan UTBK UNP Gunakan Metal Detector Antisipasi Kecurangan

Pengawasan UTBK UNP Gunakan Metal Detector Antisipasi Kecurangan
Pengawasan UTBK UNP Gunakan Metal Detector Antisipasi Kecurangan (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Dalam rangka mengantisipasi adanya kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Gelombang II, di Pusat UTBK LTMPT Panlok 142 Universitas Negeri Padang ( UNP ) menggunakan metal detector. Hal itu untuk memeriksa dan mendeteksi peralatan komunikasi seperti ponsel dan alat komunikasi lainnya yang bisa dibawa peserta ke dalam ruang ujian.

Adanya kasus kecurangan peserta tersebut telah terjadi di beberapa Panlok lain di Indonesia. "Kalau tidak diawasi dengan ketat peserta dalam membawa alat komunikasi tersebut, akan ada potensi peserta merekam soal di layar komputer dan membagikannya ke pihak tertentu," kata Bagian Data Pengawas UTBK kepada Humas- UNP di sela-sela kesibukkannya, Ahmaddul Hadi.

baca juga: Dirjen GTK Letakan Batu Pertama Pembangunan Kampus Psdku UNP di Kota Sawahlunto

Pada pelaksanaan UTBK Gelombang II dari tanggal 26 April sampai 2 Mei 2021 di Panlok 142 UNP , seksi Pengawas melibatkan 515 orang pengawas, menggunakan 65 labor ujian di 10 Lokasi yang berada di kampus UNP Jalan Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat Padang.

Koordinator Pengawas UTBK LTMPT Panlok 142 UNP , Suryanef mengatakan, timnya terus meningkatkan kinerja pengawas berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan UTBK Gelombang I. "Pihaknya mengimbau agar pengawas memahami SOP yang ditentukan oleh LTMPT dalam menjalankan tugas dan fungsi kepengawasannya," katanya.

baca juga: 220 Peserta Ikuti Lomba MTQ-M UNP

Menurutnya, karena kelalaian pengawas bisa berakibat fatal terhadap keberhasilan atau kelulusan peserta UTBK. "Untuk itu diminta pengawas bekerja sesuai SOP," kata Dosen FIS UNP ini.

Di samping itu terdapat beberapa orang dosen UNP yang berada di bagian panitian kepengawasan ini, diantaranya Dr. Suryanef, M.Si (FIS) Dr. Erianjoni, M.Si (FIS), Yulianto Santoso, M.Pd (FIP), Ahmaddul Hadi, M.Kom (FT) dan Oki Trinanda, M.M (FE).

baca juga: Rektor UNP Sebut Pengangkatan GTK Honorer Jadi ASN Sudah Sangat Mendesak

Editor: Fitria Marlina