Dipuji Menparekraf, Ini Sosok Fauzi Azim Penjaga Jam Gadang

Fauzi Azim
Fauzi Azim (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF - Sosok Fauzi Azim, si Penjaga Jam Gadang mendatangkan kesan tersendiri bagi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Bahkan, Sandiaga Uno menyebut Fauzi adalah Duta Besar Pariwisata, karena telah merawat Jam Gadang dalam 20 puluh tahun terakhir.

"Saya ingin menceritakan tentang Fauzi Azim, ia telah 20 tahun membaktikan diri merawat Jam Gadang," sebut Sandi, Kamis 22 April 2021.

baca juga: PT BPR Jam Gadang Resmi Konversi menjadi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah

Sandi tampak begitu terkesan akan keramahtamahan dan loyalitas yang ditunjukkan Fauzi agar Jam Gadang tetap berputar.

Fauzi Azim merupakan pria asli Gulai Bancah yang kini sudah berusia 63 tahun. Ia memang sudah 20 tahun menjaga ikon kota itu tetap ada.

baca juga: Inspektorat Kota Bukittinggi Raih Penghargaan Kapabilitas APIP Level 3 Dari BPKP

Baginya, merawat Jam Gadang memang merupakan kebanggaan karena benda ini sangat ikonik di Indonesia.

"Merawat Jam Gadang adalah kebanggaan, mesinnya sangat sensitif sehingga kita tak bisa sembarangan," jelasnya.

baca juga: Viral Masalah Parkir, Ini Imbauan Dishub Bukittinggi

Menurut Fauzi, ada tiga hal yang bisa membuat Jam Gadang berhenti yakni gempa, lupa memutar engkol dan saat ada cicak atau ada binatang yang masuk ke bagian mesin.

"3 hal inilah yang saya jaga, sebab mesinnya sudah tua jadi sangat sensitif," jelasnya Penjaga Jam Gadang itu.

baca juga: Erman Safar Sebut RSUD Bukittinggi Sanggup Layani Warga Bukittinggi dan Agam

Sejatinya, pegawai Dinas Pariwisata Bukittinggi ini telah pensiun beberapa tahun silam, tapi karena keahliannya, pemerintah setempat tetap memakai jasanya.

Mei mendatang, kontraknya akan habis. Namun, jika pemerintah tetap membutuhkannya, ia siap karena Jam Gadang adalah kebanggaan, ucapnya.

Pemerintah Belanda membangun menara setinggi 26 meter ini pada tahun 1926-1927. Di dalamnya, terdiri dari beberapa tingkat, mesinnya berada di tingkatan atas.

(KATASUMBAR)

Editor: Hatta Rizal