Kejadian di Sumut, Ini Tips Dinskes Sumbar agar Terhindar dari Alat Tes Rapid Antigen Bekas

Kadinkes Sumbar Arry Yuswandi
Kadinkes Sumbar Arry Yuswandi (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pihak kepolisian berhasil membongkar praktik ilegal di bandara terkait dengan layanan rapid test antigen kadaluwarsa di bandara, Sumatera Utara.

Agar masyarakat tidak kecolongan dengan perbuatan nakal menggunakan alat tes rapid antigen bekas, ini beberapa tips dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar.

baca juga: Merasa Terganggu Akibat Cegukan, Ini Cara Mengatasinya

Kadinkes Sumbar Arry Yuswandi menyampaikan, sebelum tes masyarakat diminta terlebih dahulu untuk memastikan apakah penyedia layanan sudah mengantongi izin dari Dinkes setempat.

Masyarakat juga diminta untuk menanyakan apakah penyedia layanan memiliki dokter penanggung-jawab. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk memperhatikan kemasan alat tes rapid antigen itu sebelum digunakan.

baca juga: Olahraga Sambil Dengarkan Musik, Ternyata Beri Dampak Positif

"Kalau misalnya ada penyedia layanan yang hanya menggunakan tenda saja mengadakan layanan rapid antigen, tanyakan saja, ada izinnya ndak, ada dokter penanggungjawabnya ndak. Karena yang mengeluarkan hasil itu kan dokter. Masyarakat harus cerdas memilih. Lihat juga kemasannya," terangnya.

Jika ada masyarakat yang mencurigai atau menemukan layanan tes rapid antigen menggunakan alat daur ulang, maka masyarakat diminta melaporkannya ke Dinkes setempat untuk ditindaklanjuti.

baca juga: Suka Minum Kopi Tapi Bermasalah dengan Kafein, Kopi Decaf Bisa Jadi Solusi

Tegal, dia menjamin tidak ada fasilitas kesehatan di Sumbar yang menggunakan alat tes rapid antigen bekas.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dalam memilih tempat layanan tes rapid antigen Covid-19.

baca juga: Tinjau Vaksinasi di Pelabuhan Tanjung Priok, Presiden: Semoga Para Pekerja Terlindungi

"Di Sumbar ini, layanan penyedia tes antigen ini banyak. Ada di rumah sakit, klinik, dan sebagainya. Sepanjang pantauan kami di Sumbar, tidak ada," ujarnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir