Mahfud MD : Undang-undang ITE Masih Sangat Diperlukan, Untuk Mengantisipasi dan Menghukumi Dunia Digital

Mahfud MD
Mahfud MD (Jay/Humas Setkab)

KLIKPOSITIF - Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang kontroversial tidak akan dicabut, demikian dikatakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam jumpa pers Kamis sore (29/4/2021).

Mahfud, yang dalam jumpa pers didampingi Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, mengatakan UU ITE akan diberikan pedoman atau panduan penafsiran yang bisa digunakan oleh penegak hukum di lapangan.

baca juga: Pemerintah Setujui Amnesti Bagi Saiful Mahdi, Ini Kasusnya

"Undang-undang ITE masih sangat diperlukan, untuk mengantisipasi dan menghukumi dunia digital . Masih sangat diperlukan. Oleh sebab itu tidak akan ada pencabutan UU ITE ," kata Mahfud dalam konferensi pers yang turut disiarkan via Youtube.

Lebih lanjut Mahfud mengatakan Indonesia mengikuti tren di seluruh dunia, yang ramai-ramai memperketat aturan di ruang publik internet.

baca juga: Presiden Setujui Permohonan Kapolri Terkait 56 Pegawai KPK, Mahfud MD: Ada Dasarnya

"Dunia digital ini sekarang semakin jahat," imbuh Mahfud.

Dalam poin kedua penjelasannya, Mahfud mengatakan untuk mengatasi kecenderungan salah tafsir dan ketidaksamaan penerapan, maka akan disusun pedoman teknis dan kriteria dalam wujud surat keputusan bersama tiga lembaga yakni Kominfo, Kejaksaan, dan Polisi.

baca juga: Dugaan Pelanggaran UU ITE, Bupati Solok Mangkir Dari Panggilan Polda Sumbar

Ketiga, lanjut Mahfud, akan ada revisi semantik atau revisi terbatas, yang sangat kecil berupa penambaan frasa dan penambahan penjelasan dalam UU ITE . Revisi kecil ini juga diharapkan akan mengurangi penafsiran yang serampakan terhadap UU ITE .

"Untuk memperkuat itu hanya ada penambahan satu pasal, yaitu pasal 45c," tutup Mahfud.

baca juga: Muhammad Kece Resmi Ditahan Polisi Selama 20 Hari

Pengumuman soal UU ITE ini merupakan lanjutan dari wacana untuk merevisi undang-undang kontroversial ini sejak Februari 2021 ini. Saat itu Presiden Joko Widodo meminta agar UU ITE dikaji karena banyak diprotes oleh masyarakat.

Sebagai tindak lanjut dari permintaan Jokowi itu Mahfud MD pada Maret membentuk sebuah tim kajian untuk mengevaluasi undang-undang dan menganalisis revisi yang diperlukan. Beberapa pihak diundang mulai dari ahli hingga mereka yang pernah menjadi korban aturan tersebut.

Sumber : suara.com

Editor: Haswandi