Partai Ummat Optimis Capai Dua Digit Suara Pemilu Mendatang

Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi -
Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi - (Suara.com)

KLIKPOSITIF - Amien Rais secara resmi telah mendeklarasikan Partai Ummat pada Kamis (29/4/2021). Menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi, yang ditunjuk sebagai Ketua Umum Partai Ummat , langsung menatap optimis raihan suara pada Pemilu 2024 mendatang.

"Target optimis kami, target optimis Pak Amien, kami semua, semangat, bismillah kami menargetkan dua digit. Bismillah," kata Ridho di Kediaman Amien Rais, Depok, Sleman, DIY, Kamis (29/4/2021).

baca juga: Corona Kembali Meningkat, Kemenag Terbitkan Edaran Pembatasan Kegiatan Rumah Ibadah

Kendati telah memiliki target dalam Pemilu mendatang, Ridho masih belum bisa menyebut secara pasti angka dua digit tersebut. Suami Tasniem Rais itu lebih lanjut mengatakan, itu merupakan urusan internal.

"Ya, dua digit itu presentase suara. Kalau berapa karena saya kebetulan orang data sains takut mengada-ada banget, dua digit ini istilah optimistisme kami," ungkapnya.

baca juga: Perlancar Vaksinasi Gotong Royong, Pemerintah Tambahan Satu Juta Dosis Vaksin Sinopharm

Diharapkan Ridho, dua digit tersebut bisa mencapai setidaknya di atas 10 persen perolehan suara. Namun memang belum ada angka pasti yang dapat dibeberkan kepada publik.

"Ya 10 persen ke atas tentu. Kalau exactnya tentu kami, saya tidak berani melangkahi forum-forum internal kami juga. Jadi digit ini masih ekspresi semangat kami secara numerikal lah, dua digit Insya Allah. Berarti kami yakin," tegasnya.

baca juga: Indonesia Terpilih sebagai Anggota Reguler GB ILO 2021-2024

Pria yang akrah disapa Edo tersebut tak memungkiri bahwa untuk saat ini atau pascadeklarasi ini, basis massa Partai Ummat masih didominasi oleh orang-orang yang memiliki latar belakang atau bergabung dalam ormas Islam.

"Memang basis [massa] ormas islam itu yang memang secara praktis. Mereka punya pengalaman dan ready terutama untuk membuat keputusan awal. Jadi itu juga menjadi salah satu andalan kami sejauh ini," tuturnya.

baca juga: Revisi UU ITE, DPR Sebut Tunggu Draf Dari Pemerintah

Namun, Ridho tidak akan menutup kemungkinan bahwa akan ada banyak basis massa lain yang turut bergabung. Dalam artian tidak hanya dalam lingkup ormas Islam saja.

Bahkan bagi kalangan non-Muslim pun pintu Partai Ummat terbuka lebar untuk merapat dan memberi dukungan. Dikatakan Ridho, malahan sudah ada beberapa penanggungjawab di partai berlambang bintang emas yang berasal dari kalangan non-Muslim.

"Kalangan non-Muslim termasuk. Salah dua PIC [person in charge] kami itu yang dari Papua Barat itu non-Muslim dan saya sangat terenyuh karena progres mereka ketika melaporkan hampir seratus persen kabupaten sudah insya allah ready," klaimnya.

"Nah kami harapkan memang seluas-luasnya [basis massa]. Ke depannya proyeksi kami lebih luas terutama itu generasi muda," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ridho juga telah menyiapkan agenda lain setelah proses legalitas itu dapat diselesaikan. Salah satunya dengan berkeliling ke tiap wilayah.

Tujuannya untuk melakukan silaturahmi dan konsolidasi di setiap kader-kader di daerah. Sebab para kader itu dinilai sebagai tulang punggung partai tersebut.

"Setelah itu kalau itu benar-benar sudah kelihatan positif [legalitas parpol selesai] itu ya Insya Allah pertama kalau saya ingin keliling dari Papua hingga Aceh untuk bertemu dengan kader-kader di daerah. Supaya bisa konsolidasi dan silaturahmi karena mereka ini tulang punggung partai yang utama menurut saya," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Deklarasi Partai Ummat telah digelar secara virtual melalui YouTube Amien Rais Official, Kamis (29/4/2021). Saat itu Amien Rais yang menjabat sebagai Ketua Majelis Syuro Partai Ummat sendiri yang mendeklarasikan berdirinya Partai Ummat .

"Saya deklarasikan kelahiran Partai Ummat di persada bumi pertiwi Indonesia yang kita cintai bersama," kata Amien Rais.

Amien menyampaikan, Partai Ummat bersama dengan dukungan anak bangsa mempunyai tujuan yang kuat. Mulai dari akan bekerja, berjuang, dan berkorban untuk melawan kezaliman serta menegakkan keadilan.

Editor: Eko Fajri