Pemerintah Akan Buat Game, Bakal Masuk Cabang e-sport PON

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Pemerintah bakal mengembangkan game online. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan game online buatan Indonesia dimasukkan ke dalam cabang e-sport Pekan Olahraga Nasional (PON).

Jerry mengatakan jika bisa masuk dalam cabang e-sport PON, game Indonesia bisa makin dikenal dan makin banyak digunakan oleh gamer, bukan hanya di lingkup lokal tetapi juga regional dan internasional.

baca juga: Jaringan 5G di 4 Wilayah Strategis Ini Bakal Diperluas

"Potensi game online Korea berhasil mengoptimalkan potensi game online sehingga bisa meraup keuntungan milyaran dollar, jauh lebih besar dari industri K-POP," ujar Jerry Jumat (30/4/2021) dilansir dari Suara.com

Jeryy melanjutkan, tak hanya pemerintah , lembaga terkait juga harus meningkatkan fasilitasi terhadap game online asli Indonesia. Ini selaras dengan kampanye pemerintah untuk bangga buatan Indonesia. Bagi Wamendag, Bangga Buatan Indonesia bukan hanya dilakukan dengan slogan untuk mencintai produk Indonesia, tetapi juga harus membeli, memakai dan mengoptimalkan potensi komersialnya.

baca juga: Twitter Sedang Kembangkan Fitur Baru Bernama Unmention

Dalam kaitannya dengan game online, Kementerian Perdagangan akan sangat mendukung dalam hal pembinaan pemasaran dan promosi serta hal-hal teknis dalam bisnisnya. "Upaya massif antar kementerian dan lembaga dengan sendirinya akan memacu gairah industri game online Indonesia agar go-global. Kalau Pemerintah dan semua pihak mendukung kan anak-anak muda kreator game online akan makin semangat. Karena itu kita berharap ini bisa difasilitasi juga oleh KONI," jelas Jerry.

Sebelumnya di Asian Games 2018 beberapa game online seperti Mobile Legend juga pernah dilombakan. Ini untuk mengakomodasi perkembangan trend olahraga online yang kian besar di kalangan anak muda. Pengguna game online memang sangat besar. Berdasarkan catatan Newzoo Global Games Market Report pengguna game online secara global mencapai 3 milyar orang pada tahun 2023.

baca juga: Inosentius Samsul : Ruang Kebijakan Pemerintah yang Besar Harus Diawasi

Editor: Ramadhani