Jadwal PPDB Online SMA, SMK dan Sekolah Bersama di Sumatera Barat

Kadisdik Sumbar Adib Alfikri
Kadisdik Sumbar Adib Alfikri (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Dinas Pendidikan Sumatera Barat akan menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) online SMA, SMK dan sekolah bersama pada Juni 2021. Namun untuk kesiapan Disdik Sumbar melaksanakan uji coba pada 3 hingga 5 Mei 2021.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri mengatakan, Dinas Pendidikan tidak ingin terulang kesalahan - kesalahan tahun 2020. Untuk itu persiapan dimatangkan jauh-jauh hari. Bahkan pelaksanaan PPDB online 2021 melibatkan 4 instansi (Disdik, Kominfo, Disdukcapil dan Dinsos).

baca juga: Tingkatkan Kemampuan PPID, Diskominfo Padang Berikan Bimtek

"Kami menyusun skema dan strategi serta uji coba mendalam untuk meminimalisir terjadinya kesalahan saat pelaksanaan," ungkapnya saat jumpa pers, Sabtu, 2 Mei 2021.

Disampaikannya, uji coba dilakukan untuk melihat sisi mana yang kurang dari pelaksanaan, jika terjadi kekurangan dari sisi server langsung dilakukan perbaikan.

baca juga: PPDB Sumbar Dibuka, Daftar Disini!

"Sekarang kami masih tahap sosialisasi. Harapan kami tidak terjadi kesalahan seperti tahun sebelumnya," katanya.

Dia menjelaskan, PPDB tahun ini lebih mudah dibandingkan tahun sebelumnya, server disiap tersendiri oleh Diskominfo Sumbar untuk mengantisipasi error saat pendaftaran dilakukan.

baca juga: Hari Ini PPDB SMA/SMK di Sumbar Dibuka, Ini Jalurnya

Adib melanjutkan, jalur penerimaan sama dengan tahun sebelumnya yakni melalui zonasi, afirmasi, perpindahan orangtua dan prestasi. Namun untuk zonasi tahun ini menggunakan zonasi kelurahan dan Durant keterangan domisili tidak berlaku lagi.

"Secara teknis sama, hanya ada beberapa langkah yang dipersingkat supaya calon siswa tidak bingung," ujarnya

baca juga: PPDB SD Kota Padang Dimulai

Sementara itu Kadis Kominfo Sumbar Jasman Rizal menyampaikan, untuk PPDB telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Bahkan aplikasi mulai dibangun sejak Agustus 2020.

"Untuk uji coba akan kami lanjutkan ke Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) agar pertahanan aplikasi kuat saat di hack," ungkapnya.

Jasman menjelaskan, pendaftaran simpel dan input data lebih banyak dilakukan oleh operator sekolah. Calon siswa hanya membuat akun, memelih jalur pendaftaran, memilih sekolah dan memasukkan dokumen pendukung.

"Dulu banyak orangtua yang mendaftar anak mereka, sekarang langsung calon siswa karena tidak banyak langkah dalam pendaftaran," ujarnya.

Hadir dalam jumpa pers tersebut Kabid SMA Disdik Sumbar Suryanto, Ketua Pelaksana PPDB SMA SMK dan Sekolah Bersama sekaligus Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Suindra, dan beberapa pejabat lainnya dari Diskominfo dan Disdik.(*)

Editor: Joni Abdul Kasir