UMKM Payakumbuh Mulai Menggeliat Selama Ramadan

Wawako Payakumbuh Erwin Yunaz memantau UMKM di daerahnya.
Wawako Payakumbuh Erwin Yunaz memantau UMKM di daerahnya. (Ist)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIT- Wakil Wali Kota Payakumbuh , Erwin Yunaz menilai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di daerahnya secara perlahan kembali setelah sempat kesulitan di tengah pandemi COVID-19. Masuknya bulan Suci Ramadan 1442 H/2022 M juga berdampak terhadap kebangkitan UMKM di dareah tersebut.

"Kita dengar dan lihat sendiri para pelaku usaha pengolahan makanan kecil atau kue yang ada di daerah ini, sudah bangkit dari keterpurukan setelah diterjang Pandemi Covid-19," kata Erwin Yunaz , Senin (3/5).

baca juga: Persiapan Untuk Arungi Liga 3, Gasliko Seleksi Seratusan Pemain

Ia mengatakan keberhasilan dari UMKM untuk terus bangkit dari pandemi COVID-19 tidak terlepas dari pemilik usaha untuk menjaga kualitas produk makanan yang dihasilkan.

"Produk makanan yang diproduksi selain harus memiliki cita rasa yang lezat, enak dan gurih, kemasannya juga harus menarik dan bersih guna mengundang selera konsumen untuk membeli dan mencicipinya," katanya.

baca juga: Dorong UMKM Bangun Brand Bersama, Menkop UKM Contohkan Produksi Rendang di Payakumbuh

Sementara itu, salah satu pelaku UMKM, Weli Hendra selaku pemilik Kipang Daya Baru mengatakan, setiap harinya dia menghabiskan 150 kilogram beras dan 150 kilogram jagung.

Untuk memproduksi usaha makanan kue kipang miliknya ini, dia melibatkan tenaga kerja sebanyak 20 orang setiap harinya yang sebagian besar tenaga kerja tersebut adalah wanita atau ibu-ibu rumah tangga.

baca juga: Kebaya Encim Karya Putra Luak Limopuluah, Megi Efriater Mentas di HUT DKI

Ia mengatakan kue kipang olahannya ini telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Utara serta Sumbar.

"Sejauh ini modal usaha yang saya kelola masih bersumber dari dana pribadi. Artinya, pabrik kue kipang jagung dan kipang beras dengan merk Daya Baru yang saya kelola ini, belum pernah mendapatkan bantuan modal usaha dari pemerintah. Dan saya berharap untuk mendukung usaha ini diberikan dukungan permodalan usaha dari Pemko Payakumbuh ," ujarnya.

baca juga: Distribusi Air Bersih Belum Lancar, PDAM Payakumbuh Tetap Tambah 500 Pelanggan Lewat Program MBR

Sementara pemilik usaha kue sarang balam basaka dan garapu saga Sinta mengatakan bahwa usaha kue yang dikelolanya sempat terdampak karena pandemi dan telah mulai membaik saat ini.

Ia mengatakan setiap hari pihaknya memproduksi sebanyak 150 tim setiap hari dan garapu saga atau keripik sebanyak 160 kilo dan melibatkan karyawan sebanyak 15 orang.

"Setiap hari usaha makanan tradisional berbahan baku ubi jalar atau rambat ini menghabiskan ubi sebanyak 35 kilogram dan bahan baku tersebut diperoleh di daerah Baso, Kabupaten Agam," katanya. (*)

Editor: Taufik Hidayat