Padang Pariaman Keluarkan Larang Kerumunan

Wagub Sumbar Audy Joinaldy bersama Wabup Padang Pariaman Rahmang dan pengurus Masjid Taqwa Alghassan Nagari Gasan Gadang Kecamatan Batang Gasan, Rabu (5/5/2021)
Wagub Sumbar Audy Joinaldy bersama Wabup Padang Pariaman Rahmang dan pengurus Masjid Taqwa Alghassan Nagari Gasan Gadang Kecamatan Batang Gasan, Rabu (5/5/2021) (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmang menyampaikan, menindaklanjuti SE Kemendagri soal larangan buka bersama dan open house, Padang Pariaman langsung mengeluarkan surat edaran pelarangan kerumunan dan open house

Hal itu disampaikannya saat safari Ramadan di Masjid Taqwa Alghassan Nagari Gasan Gadang Kecamatan Batang Gasan, Rabu (5/5/2021).

baca juga: Buka Pesta Kesenian Bali, Jokowi Bicara Kunci Utama Pemulihan Ekonomi

"Setelah menerima SE Kemendagri pada4 Mei kami langsung mengeluarkan SE bupati terkait larangan berkerumun dan open house," ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam SE Bupati tersebut buka bersama hanya boleh diikuti oleh keluarga inti tambah 5 orang tamu. Menurutnya pemerintah bukan semata melarang tetapi bagaimana bisa menekan angka Covid-19.

baca juga: Diduga Gelapkan Mobil dan Uang Puluhan Juta, Seorang Pemuda Ditangkap Polisi di Padang

"Kami tidak ingin seperti di India, mereka sampai kesulitan menyediakan kayu untuk membakar jenazah korban Covid-19. Ini jangan sampai terjadi," katanya.

Menurut Rahmang, banyak kawasan di Padang Pariaman yang dinilai masih termasuk zona hijau. Mobilitas masyarakat di tingkat lokal pun masih saja terjadi. Padahal mobilitas tersebut bisa menimbulkan kerumunan .

baca juga: Hari Ini 25 Orang Terpapar COVID-19 di Tanah Datar, DPRD Minta Warga Patuhi Prokes

"Makanya kami batasi dengan SE bupati agar tidak terjadi peningkatan kasus," ungkapnya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy mengatakan, setelah adanya larangan buka bareng (Bukber) dan open house dari Mendagri, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) membatalkan sumua kegiatan bukber yang telah terjadwal.

baca juga: Benarkan Ada Pemotongan Insentif Tenaga Medis Covid di Puskesmas

"Kami di Pemprov Sumbar tidak buka puasa bareng lagi dan tidak akan ada open house atau halal bihalal. Semua jadwal buka bareng kami batalkan," ungkapnya.

Pada kesempatan itu Audy menyampaikan, Covid-19 merupakan ancaman nyata. Bahkan beberapa kerabat dekat dan ayahnya telah tertular virus tersebut. Untuk itu dia berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan di masjid.

"Spesifikasi larangan beraktivitas tempat ibadah belum ada mudahan kita tetap bisa ke masjid hingga Ramadan berakhir," katanya.

Audy menyebutkan, dari data yang ada generasi muda lebih banyak yang terkonfirmasi positif. Mereka tergolong orang tanpa gejala, lalu menularkan kepada keluarga yang rentan dan punya penyakit bawaan.

"Anak muda banyak kena, yang banyak sembuh anak muda juga namun angka kematian paling tinggi orang tua. Untuk itu tetap waspada," bebernya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir