Ada Tank Cegat Mudik di Perbatasan Jabar, Ini Penjelasan TNI

Tank TNI
Tank TNI (net)

KLIKPOSITIF - Sebuah video tank viral di media sosial. Tank milik TNI itu disebut digunakan di perbatasan Bekasi-Bogor Jawa Barat untuk melarang mudik .Markas Besar TNI Angkatan Darat membantah telah mengerahkan tank untuk melakukan penyekatan larangan mudik

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen Tatang Subarna mengatakan keberadaan tank dan sejumlah prajurit TNI di lokasi tersebut untuk melakukan latihan. Lokasi latihan itu pun, kata dia, jaraknya tak jauh dengan lokasi penyekatan arus mudik .

baca juga: Wapres: 40 Persen Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah untuk UMKM

"Itu kegiatan latihan, kebetulan jaraknya dekat dengan tempat penyekatan arus mudik ," kata Tatang dilansir dari Suara.com.

Menurut dia, prajurit TNI Angkatan Darat itu memang rutin melakukan latihan di wilayah itu. "Rutin latihan untuk memelihara kemampuan baik personelnya juga alatnya ya," kata Tatang.

baca juga: Diubah Pemerintah, Ini Daftar Lengkap Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021

Sebelumnya, viral beredar video yang menunjukkan tank milik TNI digunakan pada masa penyekatan larangan mudik . Dalam video itu, sebuah tank baja milik TNI tampak disiagakan di pinggir jalan.

Suara dalam video berdurasi 30 detik menyebut kegiatan itu adalah penyekatan mudik di perbatasan Bogor-Bekasi. Namun Tatang menegaskan tank baja yang terekam dalam video itu tidak digunakan untuk penyekatan.

baca juga: Pemerintah Pastikan Pembuatan Kartu Pencari Kerja Gratis, Begini Caranya Membuatnya

Dalam kesempatan itu, Tatang juga menjelaskan tank tersebut tidak terlalu lama terparkir di wilayah tersebut. Begitu selesai latihan, tank itu akan kembali ke markas. "Hanya saat itu saja," kata Tatang.

Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran selama 12 hari terhitung sejak 6-17 Mei 2021. Kebijakan ditempuh sebagai langkah pencegahan penularan virus COVID-19. Polisi pun melakukan Operasi Ketupat 2021 yang ditujukan untuk menyekat pemudik selama masa larangan berlangsung.

baca juga: Pemerintah: Kebijakan Energi Daerah Harus Dipercepat

Editor: Ramadhani