DLH Sumbar Minimalisir Resiko Penularan Pandemi dari Limbah Penanganan Covid-19

Kadis DLH Sumbar Siti Aisyah dan Sekretaris DLH Sumbar Novarita
Kadis DLH Sumbar Siti Aisyah dan Sekretaris DLH Sumbar Novarita (Ramadhani)

PADANG, KLIKPOSITIF - Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Barat (DLH Sumbar) melaporkan terjadi peningkatan jumlah limbah medis Covid-19. Pada kondisi normal sebelum Covid-19, timbulan limbah B3 infeksius di provinsi itu mencapai 5,2 perhari.

Pada kondisi Covid-19 timbunan limbah B3 infeksius meningkat hingga 20 sampai 30 persen. Agar limbah tersebut terkelola dengan baik dan meminimalisir resiko penularan dari limbah B3 dan sampah tersebut, Gubernur Sumbar menyurati bupati/walikota terkait pengelolaan limbah B3 dan sampah dari penanganan Covid-19.

baca juga: Buka Pesta Kesenian Bali, Jokowi Bicara Kunci Utama Pemulihan Ekonomi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Barat Siti Aisyah mengatakan, surat tersebut juga menindaklanjuti surat edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang pengelolaan limbah B3 dan sampah dari penanganan Covid-19.

"Dalam surat yang kami layangkan, diharapkan kepada daerah menugaskan gugus tugas Covid-19 bersama DLH, Dinkes kabupaten/kota seoptimal mungkin mengelola limbah B3 dan sampah penanganan Covid-19 sesuai ketentuan yang tertuang dalam SE Menteri LHK," ujar Siti Aisyah saat jumpa pers di ruang kerjanya, Jumat, 7 Mei 2021.

baca juga: Hari Ini 25 Orang Terpapar COVID-19 di Tanah Datar, DPRD Minta Warga Patuhi Prokes

Dia menjelaskan, limbah B3 dan sampah tersebut berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), tempat karantina, isolasi mandiri, limbah vaksinasi, laboratorium pengujian serta pelaksanaan uji deteksi Covid-19 dengan teknologi lainnya.

"Bentuknya beragam seperti masker bekas, gaun medis bekas sekali pakai (hazmat), sarung tangan, pelindung kepala, sepatu, mata dan pelinduu wajah. Kemudian gaun medis guna ulang, jarum suntik dan sisa makanan," terangnya.

baca juga: Benarkan Ada Pemotongan Insentif Tenaga Medis Covid di Puskesmas

Dilanjutkannya, pengelolaan limbah Covid-19 karena bersifat infeksius harus mengikuti ketentuan limbah B3. Pengelolaan disesuaikan dengan karakteristik limbah .

"Semua sudah diatur mulai dari pengemasan, penyimpanan hingga pengakuan hingga pemusnahan dengan cara dibakar. Ini harus menjadi perhatian bersama," ungkapnya.

baca juga: 1,5 Juta Dosis Vaksin COVID-19 AstraZeneca Kembali Tiba di Tanah Air

Kemudian kata Kadis yang biasa dipanggil Ica ini menjelaskan, terkait pengelolaan limbah B3 penanganan Covid-19 ini, kabupaten kota melalui DLH masing-masing melaporkan secara elektronik setiap Minggu melalui http://plb3.menlhk.go.id/limbahmediscovid/;.

"Jadi saat ini pengelolaan limbah melalui dibakar sendiri, pihak ketiga dan dimusnahkan di Semen Padang," tukasnya.

Editor: Joni Abdul Kasir