Payakumbuh Zona Oranye COVID-19, Hamdi Agus Ajak Warga Patuhi Instruksi Pemerintah Soal Salat Ied

Ketua DPRD Payakumbuh Hamdi Agus saat memimpin sidang paripurna di Kantor DPRD Payakumbuh beberapa waktu lalu.
Ketua DPRD Payakumbuh Hamdi Agus saat memimpin sidang paripurna di Kantor DPRD Payakumbuh beberapa waktu lalu. (Ade Suhendra)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Meningkatnya kasus positif COVID-19 di Kota Payakumbuh membuat daerah tersebut kembali menjadi zona oranye. Melihat hal tersebut, Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus ajak masyarakat untuk mendukung instruksi dari pemerintah.

Hamdi Agus mengatakan daerah yang berada di zona oranye, sesuai edaran menteri agama dan surat edaran Gubernur Sumbar disarankan untuk tidak melaksanakan Salat Idul Fitri di masjid atau di lapangan. Ini juga berlaku untuk kegiatan halal bihalal dan open house di rumah dinas Ketua DPRD yang juga tidak bisa digelar tahun ini.

baca juga: Buka Pesta Kesenian Bali, Jokowi Bicara Kunci Utama Pemulihan Ekonomi

"Zona oranye tidak dapat melaksanakan Salat Ied di mpasjid atau di lapangan dan yang boleh hanya daerah dengan zona sebaran rendah atau zona hijau dan kuning. Untuk itu, demi keselamatan bersama mari kita patuhi surat edaran tersebut," kata Hamdi Minggu 9 Mei 2021.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya juga sama-sama rindu suasana lebaran seperti dulu sebelum COVID-19 ini melanda. Sehingga ia mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa semoga secepatnya Allah memusnahkan virus ini dari muka bumi.

baca juga: Hari Ini 25 Orang Terpapar COVID-19 di Tanah Datar, DPRD Minta Warga Patuhi Prokes

"Ke depan perlu dilakukan langkah strategis guna menekan penyebaran COVID-19 di Payakumbuh . Menurutnya langkah kampung tangguh seperti saat kasus corona meledak dahulu bisa menjadi salah satu jalan keluar terbaik.

"Penyekatan di perbatasan dan penutupan objek wisata jelang, saat, dan pasca idul fitri merupakan keputusan tepat yang harus diambil. Kemudian kita juga harus segera mengaktifkan kembali nagari tageh atau kelurahan tangguh karena dinilai efektif menekan penyebaran virus corona. ," ujarnya.

baca juga: Benarkan Ada Pemotongan Insentif Tenaga Medis Covid di Puskesmas

Menurutnya, apabila nanti sampai berlebaran di zona merah, dipastikan perekonomian lumpuh. Selain itu, intensitas satgas COVID-19 juga akan semakin tinggi melaksanakan pendisiplinan kepada warga dengan sanksi sesuai Perda Nomor 6 Tahun 2020 Tentang AKB.

"Mari kita patuhi protokol kesehatan dan jangan sampai abai. Disiplinkan pelaksanan 5M dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas serta kita bisa belajar dari kasus di India dan negara lainnya yang sudah mulai abai sehingga membuat kasus di negara tersebut kembali meningkat dan bahkan banyak berujung kematian," kata Politikus PKS tersebut.

baca juga: 1,5 Juta Dosis Vaksin COVID-19 AstraZeneca Kembali Tiba di Tanah Air

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Rezka Delpiera