PORBBI Sumbar Dukung Upaya Pemerintah Putus Rantai Penularan Covid-19

Ketua PORBBI Sumbar Verry Mulyadi
Ketua PORBBI Sumbar Verry Mulyadi (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Perkumpulan Olahraga Buru Babi (PORBBI) Sumatera Barat (Sumbar) mendukung upaya pemerintah dalam memutus rantai penularan Covid-19.

Ketua PORBBI Sumbar Verry Mulyadi menyampaikan, PORRBI Sumbar mendukung Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan Surat Edaran Nomor 800/2794/SJ tentang Pembatasan Kegiatan Buka Puasa Bersama pada Ramadhan dan Pelarangan Open House Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

baca juga: Buka Pesta Kesenian Bali, Jokowi Bicara Kunci Utama Pemulihan Ekonomi

"Kami sangat mendukung langkah - langkah pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19," ungkapnya, Senin, 10 Mei 2021.

SE terbaru tersebut meminta gubernur, bupati wali kota se-Indonesia agar mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembatasan buka puasa bersama dan pelarangan open house pada saat maupun pasca lebaran.

baca juga: Hari Ini 25 Orang Terpapar COVID-19 di Tanah Datar, DPRD Minta Warga Patuhi Prokes

Kepala daerah perlu melakukan antisipasi pelaksanaan kegiatan selama Ramadhan, dan menjelang perayaan, saat, maupun pasca Idul Fitri 2021.

Tidak hanya itu, lanjut Verry, PORBBI juga mendukung larangan mudik dan penyekatan di perbatasan. Menurutnya, rantai penyebaran virus berbahaya itu harus segera diputus, sebab sangat berdampak pada perekonomian masyarakat.

baca juga: Benarkan Ada Pemotongan Insentif Tenaga Medis Covid di Puskesmas

"Penularan harus diputus dari sumber penyeberan seperti keramaian dan pergerakan orang," katanya.

Kemudian, PORBBI Sumbar setuju dengan Gubernur Sunatera Barat (Sumbar) Mahyeldi yang menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 08/Ed/GSB -2021. SE yang ditujukan kepada Bupati dan Wali Kota se-Sumbar.

baca juga: 1,5 Juta Dosis Vaksin COVID-19 AstraZeneca Kembali Tiba di Tanah Air

SE yang berisi 3 (tiga) poin penting, yakni tentang penyelenggaraan shalat Idul Fitri 1442 H/2021 M, pembukaan objek wisata, dan pengaturan mobilitas pergerakan masyarakat lintas kabupaten kota dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di Sumbar.

"Kami juga mendukung SE gubernur terkait pembukaan objek wisata dan salat id dan mudik lokal," tuturnya.

Khusus tentang pembukaan objek wisata, dalam SE gubernur diterangkan objek wisata hanya dapat di buka pada daerah zona kuning dan hijau. Pada zona merah dan oranye objek wisata wajib di tutup.

Lebih lanjut tentang pembukaan objek wisata saat libur lebaran di daerah diserahkan sepenuhnya kepada kebijakan dari pemerintah kab kota masing-masing dengan mempedomani zonasi daerah berdasarkan penetapan zonasi daerah oleh Satgas Covid-19 provinsi Sumbar yang dikeluarkan setiap hari minggu.

Untuk diketahui, berdasarkan update zonasi daerah yang dikeluarkan tim Satgas Covid-19 Sumbar untuk periode 9 Mei 2021 hingga 15 Mei 2021 hanya empat kabupaten/kota yang berada pada zona kuning atau risiko sedang penyebaran Covid-19.

Daerah itu adalah Kota Solok, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Pariaman, dan Kabupaten Dharmasraya. Sedangkan 15 kabupaten/kota lainnya masuk zona oranye atau risiko sedang penyebaran Covid-19.(*)

Editor: Joni Abdul Kasir