Besok Lebaran, Menaker: Masih Banyak Perusahaan yang Mau Berikan THR Hari Ini

THR ilustrasi
THR ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan banyak perusahaan yang mau membayarkan Tunjangan Hari Raya ( THR ) kepada karyawan hari ini.

Hal tersebut dapat terlihat dari berbagai laporan yang masuk ke Kemnaker melalui Posko THR . Pemerintah juga terus memantau pelaksaan pembayaran THR hingga saat ini, melalui Posko THR Keagamaan baik di tingkat pusat ataupun daerah.

baca juga: Ditengah Pandemi, NU dan Muhammadiyah Sarankan Masyarakat Donasikan Dana Kurban Untuk Bantu Warga Terdampak

"Kami mendapat laporan sudah banyak perusahaan yang membayar THR ," ujar Ida dalam keterangannya, yang dikutip dari web Kemnaker.go.id, Rabu (12/5/2021).

Berdasarkan laporan Posko THR Keagamaan 2021 Kementerian Ketenagakerjaan sejak 20 April hingga 10 Mei, tercatat ada 2.278 laporan. Jumlah tersebut terdiri dari 692 konsultasi THR dan 1.586 pengaduan THR . Menaker menjelaskan, topik konsultasi yang dilaporkan masyarakat ke Posko THR 2021 menyangkut 5 hal.

baca juga: Pemerintah Tetapkan Iduladha Jatuh Pada Selasa 20 Juli 2021

Pertama, THR bagi pekerja yang masa kerjanya selesai. Kedua, THR bagi pekerja yang di-PHK. Ketiga, THR bagi pekerja yang mengundurkan diri (resign). Keempat, THR bagi pekerja kemitraan. "Kelima, THR bagi pekerja yang dirumahkan," kata Ida Fauziyah.

Sedangkan beberapa topik pengaduan yang masuk ke Posko THR 2021 yakni THR dibayar dicicil oleh perusahaan, THR dibayarkan 50 persen (50-20 persen), THR dibayar tidak penuh karena ada pemotongan gaji, THR tidak dibayarkan 1 bulan gaji atau THR tidak dibayar karena COVID-19.

Menaker Ida Fauziyah menambahkan, atas berbagai pengaduan tersebut, pemerintah melalui Kemnaker telah mengambil empat langkah yaitu verifikasi data internal, kordinasi dengan Disnaker daerah, menurunkan tim pengawas, proses dialog dan kesepakatan penyelesaian. "Semoga upaya yang kita lakukan akan semakin memastikan para pekerja/buruh bisa merayakan lebaran dengan khidmat dan tentunya selalu berpedoman pada prokes covid 19," imbuhnya.

baca juga: Menkes Prediksi Puncak Peningkatan Kasus Corona Usai Lebaran pada Akhir Juni 2021

Editor: Ramadhani