Sekjen Gerindra Nyatakan Siap Dukung Normalisasi Batang Tapan Pessel

Banjir akibat Batang Tapan Pessel
Banjir akibat Batang Tapan Pessel (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyatakan siap membantu Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat untuk menormalisasi Batang Tapan di Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR-RI itu meminta pemerintah kabupaten segera menyiapkan proposal pembangunannya. Ia menegaskan, seluruh anggota Fraksi Gerindra di Komisi V DPR-RI siap membantu.

baca juga: Anggota DPR RI Hermanto Salurkan Bantuan Pemerintah Bagi 58 Kelompok Tani Dan 200 KK Di Solsel

"Jika tidak bisa satu tahun anggaran, upayakan tahun jamak," ungkapnya menjawab wartawan dalam kunjungan kerjanya ke Painan, belum lama ini.

Sebelumnya Pemkab Pesisir Selatan, mengungkapkan normalisasi Batang Tapan sepanjang 86 Kilometer dimulai tahun ini, dengan alokasi dana lebih kurang Rp163 miliar.

baca juga: UIN Imam Bonjol Juara Umum Pekan Kreativitas Mahasiswa 2021

Pembiayaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melalui dua kementerian. Keduanya adalah Kementerian PUPR dan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi.

"Kami harap cepat selesai. Targetnya memang seperti itu," ungkap Bupati Rusma Yul Anwar.

baca juga: Miris, Hanya Kerena Hal Ini Seorang Suami di Solsel Tega Suruh Istrinya Jual Diri dan Minta Rekaman

Usulan kegiatan normalisasi Batang Tapan difasilitasi Pemprov Sumbar . Sebelumnya, Wakil Bupati Rudi Hariyansyah telah bertemu dengan Wakil Gubernur Sumbar , Audy Joinaldi membicarakan percepatan usulan.

Jika tidak segera dilakukan, lanjut bupati bakal berdampak buruk pada ekonomi masyarakat di Kecamatan Ranah Ampek Hulu dan Basa Ampek Balai Tapan. Tak sedikit kerugian akibat banjir yang kerap terjadi sejak beberapa tahun lalu.

baca juga: 21 Penambang Emas Ilegal di Solsel Ditangkap Polisi, Kapolres : Kami Buru Pemodal dan Backingnya

Saat ini, pemerintah daerah sedang menyiapkan pengadaan lahan di area terdampak kegiatan pembangunan. Hal itu sesuai dengan persyaratan yang diberikan pemerintah pusat.

Sebagai antisipasi awal, pemerintah kabupaten membuat tanggul penahan banjir , sehingga dampak luapan Batang Tapan tidak terlalu luas. Tahun ini, alokasi dana yang disiapkan sebesar Rp180 juta.

Secara terpisah, Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Mar Alamsyah mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan wali nagari terkait pengadaan lahan di sepanjang area terdampak normalisasi.

Pengadaan lahan diupayakan melalui skema hibah. Sebah, sebagian besar lahan yang terpakai bukan merupakan kawasan produktif. Sedangkan untuk lahan produktif dilakukan penggantian pada tanaman.

"Kami sudah bicarakan dengan wali nagari. Semoga masyarakat setuju, karena ini untuk kepentingan kita bersama," sebut camat.

Sementara, Kepala Dinas PSDA, Doni Gusrizal mengatakan, Detail Engineering Design (DED). Sebelumnya pemerintah pusat sempat mengalokasikan anggaran kegiatannya.

Kegiatan rencananya digawangi Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera V dan PSDA Prov Sumbar senilai Rp 49 miliar. Namun, pendanaan itu kembali ditarik ke pusat, guna percepatan penanganan Covid-19.

"Pada kegiatan ini, ada beberapa anak sungai yang bakal dibenahi. Kalau secara keseluruhan, total biayanya diperkirakan bisa mencapai Rp 500 miliar," tutupnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Ramadhani