Mahyeldi Minta Muzakki Bayarkan Zakat Kepada Orang Dekat dari Tempat Tinggal

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah (Istimewa)

AGAM, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memberi ceramah tarawih di malam terakhir ramadan di Mushola Muslimin, Jorong Tanjung Batuang, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Selasa (11/5/2021).

Turut hadir pada acara tersebut Anggota DPRD Sumbar Fraksi PKS Rinaldi, Kepala Biro Bintal dan Kesra Syaifullah, Camat Tanjung Raya, Walinagari Duo Koto, Ketua Bamus Nagari Duo Koto, Ketua KAN Tanjung Raya, dan Ninik Mamak, Bundo Kanduang serta tokoh masyarakat.

baca juga: UPZ Baznas Semen Padang Salurkan Bantuan untuk Palestina

Mahyeldi mengajak masyarakat di malam terakhir Ramadan agar tetap semangat melaksanakan salat berjamaah seperti yang dilakukan selama 30 hari lamanya di bulan Ramadan.

"Untuk dipraktekkan dihari-hari selain bulan ramadan. Kegiatan tersebut adalah merupakan semangat dalam pengutan berjamaah kita bersama. Karena berjamaah itu adalah rahmah dan kompak itu adalah menghadirkan hidayah petunjuk dari Allah SWT," kata Mahyeldi.

baca juga: Ombudsman Sumbar Buka Posko Pengaduan PPDB Online 2021

Menurutnya sholat dan ibadah sosial (zakat) merupakan ibadah yang harus dilakukan secara bersamaan. Karena shalat merupakan wakil dari jalur hubungan dengan Allah, sedangkan zakat adalah wakil dari jalan hubungan dengan sesama manusia.

Sebagaimana yang diterangkan firman Allah SWT, Surat Al Baqarah : 43 artinya: "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'," terang Mahyeldi.

baca juga: Wagub Sumbar Kunjungi Kampung Sidat di Cilacap

Ia juga mengatakan zakat fitrah itu atau zakat mal dapat diberikan kepada orang yang terdekat dengan tempat tinggal. Misalnya jika ada hal yang terjadi yang tidak diinginkan.

"Ketika kita sakit hubungan kita dengan tetangga tidak baik siapa yang akan menolong, bahkan memberi tahu pun tidak ada ketika sakit kalau kita tidak baik kepada tetangga. Jadi zakat itu diutamakan orang terdekat dengan tempat tinggal kita yang akan menghubungkan kedekatan antara sesama," tuturnya.

baca juga: Kemenkomarves Janji Kawal Percepatan RDF di Sumbar

Selain itu, Mahyeldi juga mengajak agar masyarkat meningkatkan tingkat kepedulian dan kebersamaan antara umat Islam sehingga dibuktikan dengan membayar zakat . Karena dengan menegakkan salat merupakan kekuatan hubungan dengan Allah SWT dan zakat itu adalah gambaran kekuatan hubungan sesama.

"Maka inilah variabel-variabel yang menunjukkan jalan yang untuk menguatkan solidaritas serta rasa persatuan dan kesatuan antara sesama kita," ajak Mahyeldi.

Selanjutnya Mahyeldi juga mengatakan usai melaksanakan ibadah-ibadah di bulan puasa, maka dianjurkan untuk saling maaf-bermaafan antara anak dengan orang tua, tetangga maupun antara umat muslim.

"Kita diajarkan oleh Allah SWT sebelum memasuki bulan ramadan mempersiapkan hati-hati kita dengan cara bermaaf-maafan dan ketika hari raya tiba di saat yang bersamaan umat Islam akan saling mengucapkan selamat Idul Fitri dengan berjabat tangan," ujar Mahyeldi.

Oleh karena itu, inilah buah dari pada bulan ramadan, semakin kuatnya keimanan kita, maka kita akan sukses dan berhasil. "Ketika kompak di dalam rumah tangga dan kompak antara masyarakat di suatu tempat maka juga akan sukses hidup dalam rumah tangga kita," terang Mahyeldi.

Terakhir Gubernur Sumbar Mahyeldi ucapkan selamat hari raya idul fitri menandakan satu hari lagi akan berakhirnya waktu puasa Ramadan.

"Selamat hari raya idul fitri 1442 H/2021. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, semoga masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan ramadhan dan Idul Fitri tahun depan," tutup Mahyeldi.

Editor: Joni Abdul Kasir