Nagari Pasia Laweh Agam Luncurkan Program 1.000 Sajadah

Program 1.000 sajadah
Program 1.000 sajadah (AMC)

AGAM , KLIKPOSITIF - Pemerintah Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam , gerakkan program 1.000 sajadah untuk masyarakat dalam melaksanakan ibadah di masa pandemi Covid-19.

Wali Nagari Pasia Laweh Zul Arfin mengatakan, program ini salah satu upaya pemerintah nagari untuk menghindari penyebaran Covid-19 di rumah ibadah, dengan cara memberikan bantuan sajadah bagi masyarakat.

baca juga: Polsek Tanjung Raya Agam Tindak 30 Pelanggar Prokes

"Setelah kita imbau masyarakat untuk membawa sajadah ketika melaksanakan ibadah di masjid atau musala, tapi banyak yang tidak mau dengan berbagai alasan," ujarnya Sabtu 15 Mei 2021.

Namun, setelah ditelusurinya ternyata sajadah yang dimiliki masyarakat sudah lama atau "usang", sehingga masyarakat enggan untuk membawa sajadah ketika melaksanakan ibadah di masjid atau musala.

baca juga: Songket dengan Motif Minang Kuno Berusia Ratusan Tahun Diproduksi di Canduang Agam

Kalau kain sarung kita yakin masyarakat memilikinya, tapi untuk sajadah bisa dikatakan jarang masyarakat menukarnya," sebut Zul Arfin.

Dengan begitu, hal ini dibahas pemerintah nagari bersama tokoh masyarakat, sehingga didata seluruh imam, khatib, bilal, anak yatim piatu, fakir miskin, guru mengaji dan lainnya sebagai penerima program 1.000 sajadah tersebut.

baca juga: Sopir Bus yang Nyangkut di Kelok 44 Gadaikan SIM di Solok

Untuk sementara, katanya, penerima sajadah didata 1.000 orang dari 1.501 KK yang ada di Nagari Pasia Laweh, pihaknya bentuk panitia khusus dalam menggerakkan program ini.

"Program 1.000 sajadah ini sudah kita launching kemaren, dan tadi sudah dimulai penyalurannya. Tidak harus mencukupi 1.000 helai, tapi berapa terkumpul langsung kita serahkan kepada penerima," kata Ketua Forwana Sumbar itu.

baca juga: Ratusan Calon Jamaah Haji Agam dan Bukittinggi Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Dikatakannya, sehari setelah dilaunching sudah banyak warga yang akan ikut menyumbang, baik di kampung maupun perantau, termasuk dari perangkat nagari sendiri.

"Sumbangan baik berupa barang maupun uang," ulas Zul Arfin.

Dengan begitu, ia optimis 1 Muharram 1443 hijriah 1.000 sajadah sudah tersalurkan kepada masyarakat. Bahkan diyakininya bisa lebih dari 1.000 helai melihat dari tingginya partisipasi masyarakat yang menyumbang.

(AMC)

Editor: Hatta Rizal