Gubernur Sumbar Buka Alek Nagari Khatam Alquran di Agam

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah (Istimewa)

AGAM, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah membuka secara resmi acara Alek Nagari dalam rangka pelaksanaan Khatam Alquran ke- 31 Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Baiturrahmah Tanah Bato, Dusun Tanah Bato, Jorong Kambing Tujuh Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Minggu (16/5/2021).

Turut hadir pada acara tersebut Walinagari Nagari Gadut, Kepala Sekolah MDTA Baiturrahmah Tanah Bato, Ninik mamak, Bundo Kanduang, dan Panitia pelaksana MDTA, Ustadz/Ustadzah beserta tokoh masyarakat Jorong Kambing Tujuh Nagari Gadut.

baca juga: Pemprov Sumbar Beri Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Menurut Mahyeldi khatam Alquran adalah proses menyelesaikan membaca Alquran yang merupakan awal pembaca Alquran dengan cukup baik dan menyelesaikan dengan tuntas.

"Sebab pembatasan khatam serta mengharuskan pengulangan dalam tilawah. maka oleh karena itu katam Alquran yang terakhir dalam mempelajari dan membaca Alquran adalah awal dari pembacaan Alquran ," kata Mahyeldi.

baca juga: ACT Bantu UMKM Indonesia Bangkit Saat Pandemi, Gubernur Sumbar: UMKM Memang Butuh Dukungan

Selanjutnya Mahyeldi meminta kepada pengurus MDTA agar anak-anak didiknya dapat membaca Alquran lebih sempurna dan ditingkatkan lagi setelah dilakukan khatam Alquran ini dengan bacaan tajwid yang tepat serta irama yang baik.

"Tentu untuk melewati ini semua pembaca alquran itu perlu waktu untuk dipelajari bagi pembaca. Mari kita beri semangat bagi anak generasi kita dalam mempelajari ilmu Alquran ," ajaknya.

baca juga: Perang Kamang ke 113, Gubernur Sumbar: Ingatkan "Jas Merah"

Selain itu ia juga berharap di Nagari Gadut semoga menghadirkan banyak para penghafal Alquran yang berkualitas di daerah ini kedepannya. Kemudian juga kalau ada yang ingin melanjutkan S1 dan S2 ke Turki.

"Insyaallah saya bisa memfasilitasinya. Sekarang kita sedang merampungkan bekerjasama dengan Turki. Anak kita di nagari Gadut ini kedepan diharapkan banyak yang akan jadi calon gubernur," harapnya.

baca juga: Dicap Tukang Acak Dagangan, Audy Joinaldy Minta Satpol PP Sumbar Lebih Humanis Saat Bertugas

Oleh karena itu dari sekarang ia meminta para ninik mamak, para orang tua, wali jorong bersama-sama memotivasi dan bersama-sama meningkatkan keimanan Masyarakat.

"Terutama dalam menekankan hal-hal yang negatif di nagari ini seperti, narkoba, mari kita hadapi secara bersama jangan sampai anak-anak kita terjerumus oleh itu," ucapnya.

"Sehingga dengan demikian tingkatkan keimanan kepada Allah SWT kedepannya daerah ini akan lebih baik dan bagus yang akan menjadikan anak-anak generasi yang berkualitas dan beriman serta berilmu pengetahuan," tutupnya.

Sementara itu, Kepala sekolah MDTA Ustadz Afrizal Tuanku Nan Kayo juga mengatakan katam Alquran kali ini dilakukan merupakan yang ke 31 kali di Mushalla Baiturrahmah Tanah Bato ini.

"MDTA ini sempat fakum selama satu tahun, tahun kemari kami sempat berubah status dari TPQ berubah nama menjadi MDTA. Jadi kalau sudah MDTA atau Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah berarti anak kita disini sama dengan sekolah karena dia sudah madrasah," kata Afrizal.

"Namun oleh karena itu, jam masuknya tentu harus disiplin pulangnya juga harus disiplin yang mempunyai kurikulum dari Kementerian Agama (Kemanag). Kurikulum itu ada tambahan dan itu sudah kami laksanakan," lanjutnya.

Selanjutnya ia juga menyebutkan dalam sistem pembelajaran MDTA Baiturrahmah juga mempunyai program dan juga mempunyai target-target tentang materi ajar.

"Contohnya, mengenai Alquran menargetkan anak kelas satu sampai kelas tiga sudah bisa baca Alquran semua dan semester dua anak anak ini bisa lancar bacaan Alquran nya dan belajar irama Tartil serta mengaji secara tadarus," terangnya.

Selain itu, Hafrizal juga katakan hari ini yang akan ikut khatam Alquran sebanyak 20 orang terdiri dari perempuan 10 orang dan laki-laki 10 orang. Disamping MDTA dia juga membuka Rumah Tahfidz Quran (RTQ).

"Hari ini akan diwisuda sebanyak empat orang perempuan dari anak tahfidz. awalnya ada 20 orang tetapi tidak tercapai target hafalan," kata Hafrizal. Terakhir ia juga mengharapkan bantuan bersama agar satu visi dan misi. "Insyaallah apa kita impikan bisa dicapai dan diamalkan," harapnya.

Editor: Joni Abdul Kasir