Cegah Dampak Budaya Barat, Kim Jong Un Larang Warganya Bergaya Mullet dan Anting di Hidung

Potongan rambut panjang dibagian belakang atau yang dikenal dengan istilah Mullet
Potongan rambut panjang dibagian belakang atau yang dikenal dengan istilah Mullet (net)

KLIKPOSITIF - Kim Jong Un , Pemimpin Besar Korea Utara mengeluarkan larangan bagi warganya memotong rambut dengan gaya mullet. Selain itu warga Korut juga dilarang mengenakan celana dengan potongan skinny jeans.

Dilansir dari New York Post, Kim Jong Un membuat aturan tersebut sebagai upaya untuk mencegah mode gaya barat "dekaden". Kim Jong Un juga memerintahkan kepada petugas untuk menindak tegas siapa saja yang menggunakan celana jeans robek, kaus oblong dan tindikan hidung dan bibir.

baca juga: Desakan Agar PM Malaysia dan Kabinernya Mundur Bermunculan

Menurut laporan The Daily Express, yang mengutip surat kabar Korea Utara The Rondong Sinmun, Kim Jong Un dilaporkan khawatir jika tren tersebut dapat mengubah pemikiran warganya. Ia juga khawatir jika tren gaya AS yang dianggap "eksotis" tersebut dapat memengaruhi kaum muda dan pada akhirnya menyebabkan hilangnya kekuasaan.

"Kita harus waspada bahkan pada tanda sekecil apapun dari gaya hidup kapitalistik dan berjuang untuk menyingkirkannya," tulis Kim dalam artikel terbaru untuk Rondong Sinmun.

baca juga: Digugat "Black Widow" Scarlett Johansson Atas Rilis Streaming Film, Ini Respon Disney

"Sejarah mengajarkan kita pelajaran penting bahwa suatu negara bisa menjadi rentan dan pada akhirnya runtuh seperti tembok lembab terlepas dari kekuatan ekonomi dan pertahanannya jika kita tidak berpegang pada gaya hidup kita sendiri." tegas Kim Jong Un .

Busana yang dilarang itu muncul di tengah serangkaian undang-undang baru di Korea Utara, termasuk tindakan keras terhadap band K-pop Korea Selatan. Kim Jong Un juga dilaporkan hanya menyetujui 15 potongan rambut resmi "non-sosialis", dan melarangan potongan rambut panjang ke belakang atau model mullets. Pemimpin Korea Utara itu sebelumnya juga sudah melarang obat-obatan dari China untuk digunakan di rumah sakit Pyongyang.

baca juga: Diceraikan Suami, Ini Profil Regina Turner yang Hasilkan Uang Fantastis dari Dugaan Prostitusi

Larangan tersebut diberlakukan setelah seorang pejabat kepercayaannya dilaporkan meninggal karena diberikan obat buatan China. Obat tersebut digunakan untuk merawat pasien yang menderita kelelahan.

Editor: Ramadhani