DPRD Sumbar Sorot Peningkatan Kasus COVID-19 di Bukittinggi dan Agam

Nofrizon
Nofrizon (Doc DPRD Sumbar)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Anggota Komisi V DPRD Sumbar Nofrizon, menyoroti tingginya kasus penularan virus corona di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam .

Nofrizon meminta Wali Kota Bukittinggi dan Bupati Agam serius serta tidak main-main menyikapi masalah tersebut.

baca juga: Hari Ini 24 Warga Agam Sembuh COVID-19

"Kasus terus meningkat di dua wilayah ini, pemerintah setempat mesti mencermati. Harus ada antisipasi," kata Anggota DPRD dari Dapil Bukittinggi / Agam itu, Minggu 23 Mei 2021.

Di Bukittinggi , Nofrizon melihat pemerintah yang sekarang tidak serius dan lengah dalam pencegahan COVID-19, berbeda yang sebelumnya.

baca juga: Hari Ini 103 Warga Agam Sembuh dari Covid-19

"Kalau pemerintah dahulu, setiap ada kasus langsung tracking, swabnya tiap hari dan ada penyemprotan disinfektan. Yang sekarang saya lihat lemah soal ini, swab saja 2 kali seminggu," kata dia.

Nofrizon meminta Pemerintah Kota Bukittinggi yang sekarang meniru kebijakan pemerintah dahulu yang sangat agresif memerangi COVID-19.

baca juga: Mengadu ke Gubernur Sumbar Soal Ventilator, Dirut RSUD Lubuk Basung: Bulan Juli Ini Saja 30 Orang Meninggal

"Harus gencar sosialisasi, khususnya dari rumah ke rumah. Banyak cara untuk sosialisasi ini. Kita akan support," sebutnya.

Begitupun di Agam , ia juga meminta pemerintah setempat fokus menangani COVID-19 terlebih lagi karena berada di zona merah.

baca juga: Bulog Bukittinggi Sediakan 344.540 Kilogram Beras untuk Disalurkan di Agam

"Kedua daerah ini harus betul-betul gencar menyikapinya. Pemerintah daerah harus menyiapkan tempat isolasi seperti RSUD maupun fasilitas lainnya sehingga tidak bertumpu ke RSAM saja," pungkasnya.

Data dari Satgas COVID-19 Sumbar menyebut Bukittinggi berada di zona oranye, mendekati merah. Sementara Agam berada di zona merah. Total kasus aktif di kedua wilayah itu lebih dari 600.

(*)

Editor: Hatta Rizal